BANGIL, Radar Bromo - Layanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, jadi sorotan. Bukan soal profesionalitas dokternya, melainkan masalah sarana penunjang.
Jumlah tempat tidur atau bed pasien di IGD RSUD Bangil, dianggap kurang. Akibatnya, tidak mampu menampung pasien ketika jumlahnya membeludak.
Seperti diungkapkan Lilis, warga Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Seorang relawan sosial ini mengaku pernah dibuat tak nyaman ketika datang ke IGD RSUD Bangil. Bed pasien tidak muat. Akibatnya, pasien terancam keleleran. “Masak harus pakai kursi roda. Kan kasihan, orang sakit harus duduk di kursi roda,” ujarnya.
Ia berharap kondisi ini menjadi perhatian pihak rumah sakit. Supaya kenyamanan pasien terjaga. Salah satu langkahnya dengan penambahan tempat tidur pasien.
“Seharusnya ditambah. Agar muat menampung pasien. Atau, pasien yang datang lebih awal segera dipindah ke ruang perawatan atau ruangan inap. Agar tidak membeludak di IGD,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) di RSUD Bangil, beberapa waktu lalu.
Sub Koordinator Administrator Kesehatan RSUD Bangil dr. Cahyo Aries mengungkapkan, ada 28 tempat tidur di IGD RSUD Bangil. Terbagi dalam beberapa bagian. Termasuk di ruang isolasi dan bedah.
Usulan penambahan bed pasien, kata Cahyo, akan dievaluasi. Menurutnya, crowded-nya layanan di IGD karena pasien yang masuk perlu mendapatkan observasi lebih jauh untuk penanganan yang harus dilakukan. Termasuk memastikan pemindahannya ke ruang rawat inap.
“Saat masuk ada observasi yang dilakukan. Ini untuk memastikan langkah lanjutan. Dipindah ke ruang inap atau penanganan lebih jauh. Kondisi ini yang membuat crowded kerap terjadi di IGD,” jelasnya. (one/rud)
Editor : Jawanto Arifin