DRINGU, Radar Bromo - Keberadaan tawon vespa kerap dikeluhkan warga Kabupaten Probolinggo. Sampai Juni 2023, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo telah mengevakuasi 100 sarang tawon vespa.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Probolinggo Kusumo mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya sarang tawon. Mulai dari cuaca dan lingkungan yang cocok hingga hilangnya habitat asli hewan penyengat ini. Karena itu, kemudian banyak ditemukan di sekitar rumah warga.
“Habitat asli sudah tergeser perumahan, sehingga mencari tempat yang cocok dan sering ditemukan dekat perumahan warga,” katanya. Sejak Januari-Juni, tercatat ada 100 sarang yang sudah dievakuasi. Jumlah ini masih bisa bertambah.
Menurutnya, jumlah laporan diperkirakan akan berkurang seiring dengan bergantinya musim. Selama musim hujan, dalam sebulan bisa lebih dari 20 laporan dan evakuasi. Menurunnya, laporan dan evakuasi terjadi mulai masa pancaroba, Mei lalu. “Pada bulan Juni ada 18 laporan dan evakuasi sarang tawon,” katanya.
Keberadaan tawon vespa kerap membuat warga resah. Sebab, binatang ini dapat menyengat saat merasa sarangnya terancam atau saat orang tanpa sengaja melintas didekatnya.
Dampak sengatan tawon ini dapat mengganggu kesehatan. Bila jumlah sengatan banyak, dapat menyebabkan kematian. Karena itu, ketika petugas mendapatkan pengaduan dari masyarakat, segera ditangani. (ar/rud)
Editor : Jawanto Arifin