Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengguna Identitas Digital di Kab Probolinggo Masih Minim

Agus Faiz Musleh • Jumat, 7 Juli 2023 | 18:15 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi
 

KRAKSAAN, Radar Bromo– Masih banyak masyarakat yang memakai identitas kependudukan konvensional. Dari catatan Dispendukcapil, masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sudah memakai identitas kependudukan digital (IKD) baru sedikit. Terbukti masyarakat yang mengaktifkan IKD ini baru 8.031 orang, dari 800.000 warga yang wajib KTP.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Munaris mengatakan, sejauh ini pihak terus berupaya meningkatkan aktifasi pada IKD. Sebab, sejauh ini pengguna IKD masih terbilang minim.

Padahal, jika melihat manfaat pada IKD sangat baik untuk masyarakat. Seperti untuk menghindari terjadinya pemalsuan data kependudukan dan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pelayanan publik atau privat.

“Hanya melalui telepon genggam. Karena IKD memiliki beberapa fungsi yakni sebagai bukti identitas, otentifikasi identitas dan otorisasi identitas,” katanya.

Ia menyebutkan, IKD adalah informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan dalam aplikasi digital melalui gawai yang menampilkan data pribadi sebagai identitas yang bersangkutan.

Dengan identitas kependudukan digital, masyarakat tidak perlu lagi menyimpan kartu tanda pengenal dalam bentuk fisik.

Cukup hanya menunjukkan quick response (QR) code yang ada dalam aplikasi Identitas Kependudukan Digital untuk keperluan administrasi. “Caranya sangat mudah hanya, perlu Memiliki gawai (smartphone/ponsel pintar), Telah memiliki KTP-el fisik atau belum pernah memiliki KTP-el fisik tetapi sudah melakukan perekaman. Memiliki e-mail dan nomor ponsel,” ujarnya.

Dengan minimnya pengguna IKD ini, pihaknya berupaya terus memberikan pemahan kepada masyarakat. Guna menuntaskan target aktivasi IKD sebanyak 300.000 orang. “Tahun ini kami memiliki target 25 persen dari masyarakat wajib KTP, atau Sekitar 300.000 orang,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Ronald Fernando
#identitas digital #kependudukan kabupaten probolinggo