PASURUAN, Radar Bromo - Hasil panen padi di Kota Pasuruan tahun ini mengalami pasang surut. Salah satu faktornya, disebut-sebut lantaran terbatasnya pupuk bersubsidi. Sementara, petani membutuhkan banyak pupuk untuk hasil yang maksimal.
Seperti yang dialami petani asal Kelurahan/ Kecamatan Purworejo, Hari. Menurutnya, hasil panen belakangan ini menurun. Sebab, padi sedang diserang hama wereng cokelat.
“Akibatnya, hasil panen berkurang. Hasilnya pun tidak seberapa bagus. Sedang ada hama wereng cokelat dan ini terjadi secara nasional,” ujarnya.
Selain itu, pupuk bersubsidi sangat terbatas. Sementara petani sudah terbiasa menggunakan pupuk bersubsidi untuk lahan mereka. Termasuk dirinya. “Butuhnya banyak pupuk. Sedangkan saat ini pupuk bersubsidi terbatas. Akhirnya ya kekurangan pupuk,” katanya.
Dalam kondisi normal, panen padi petani bisa mencapai rata-rata 6,5 sampai 7 ton per hektare. Sedangkan saat ini persawahan di Kelurahan Purworejo misalnya, hanya menghasilkan padi 5 ton per hektare.
“Jatah pupuk bersubsidi dikurangi sama pusat. Sementara petani maunya dapat banyak. Ada yang dikurangi sampai 40 persen. Itu berpengaruh terhadap produksi padi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Yudhi Harnendo mengatakan, hasil panen tahun ini malah lebih tinggi dari tahun lalu. Sediaan pupuk bersubsidi tidak memengaruhi hasil panen.
Kabid Ketahanan Pangan Zahra Hayati menambahkan, hasil panen padi memang naik-turun. Dan hal itu lumrah terjadi. Terbatasnya pupuk bukan berarti memengaruhi hasil produksi.
Yang memengaruhi, menurutnya, justru luas lahan atau luas areal taman. Saat luas lahan bertambah, panen pun meningkat. Begitu juga sebaliknya.
Pada Januari misalnya, luas tanam 224 hektare dan hasil panen 156 ton per hektare; Februari luas tanam 145 hektare dan hasil panen 133 ton per hektare. Lalu, Maret hasil panen 198 ton per hektare dengan luas tanam 137 hektare.
Pada bulan April, luas tanam 144 hektare dan hasil panen 228 ton per hektare; Mei luas tanam 206 hektare dengan hasil panen 301 ton per hektare. Dan bulan lalu atau Juni hasil panen 142 ton per hektare dengan luas tanam 260 hektare.
“Itu data luas tanam dan hasil panen di seluruh Kota Pasurun di empat kecamatan,” ujarnya. (zen/hn)
Editor : Jawanto Arifin