Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus DBD Selama Satu Semester: 174 Penderita, 14 Meninggal

Achmad Arianto • Selasa, 4 Juli 2023 | 17:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KRAKSAAN, Radar Bromo - Meski sudah memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai peningkatan kenaikan jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebabnya, selama satu semester terdapat 174 pasien terjangkit penyakit ini. Dari 174 penderita, 14 pasien diantaranya meninggal dunia.

Penyakit musiman ini patut diwaspadai. Sebab peningkatan kasus dapat terjadi saat musim hujan. Tak heran jika pada bulan Oktober hingga Maret, Dinas Kesehatan gencar melakukan upaya sosialisasi. Bukan hanya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan. Tetapi juga untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus.

“DBD ada kenaikan tren pada akhir tahun dan awal tahun berikutnya. Atau saat masuk musim hujan hingga berakhirnya musim hujan. Setelah itu sudah kembali melandai,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Pihaknya mencatat, selama januari hingga Juni terdapat 174 pasien terkena DBD. Rinciannya adalah Januari terdapat 51 pasien; Februari 30 pasien; Maret 52 pasien; kemudian mengalami penurunan pada April terdapat 7 pasien; Mei 21 pasien dan Juni 13 pasien.

Dari ratusan pasien tersebut, 14 pasien diantaranya meninggal dunia. Pasien tersebut berasal dari Kecamatan Kraksaan 3 pasien; Kecamatan Krejengan dan Gending 2 pasien. Sementara masing-masing 1 pasien di Kecamatan Pakuniran, Paiton, Besuk, Pajarakan, Tiris, Tongas, dan Bantaran.

“Semua pasien DBD kami tangani dengan maksimal. Karenanya saat bergejala DBD kami periksa dengan intensif,” katanya.

Perempuan berkacamata ini juga mengatakan jika antisipasi naiknya jumlah kasus hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Serta potensi yang menyebabkan terjangkitnya DBD.

Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menerapkan 3 M. Meliputi menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air. Serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

“Yang paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan upaya PSN. Semua orang dapat melakukannya. Karena itulah kami berupaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan sosialisasi,” bebernya. (ar/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#dbd kabupaten probolinggo #demam berdarah