Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lahan di Petahunan Terbakar, Diawali dari Bakar Jerami

Fuad Alyzen • Senin, 3 Juli 2023 | 18:11 WIB

 

Personel damkar melakukan pembasahan di lahan yang terbakar di Petahunan, Minggu (2/7) pagi.
Personel damkar melakukan pembasahan di lahan yang terbakar di Petahunan, Minggu (2/7) pagi.

PASURUAN, Radar Bromo - Kebakaran terjadi di RT 4/RW 9, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Minggu (2/7). Lahan kosong seluas 900 meter persegi terbakar. Api diduga berasal dari bakaran jerami.

Kebakaran itu sendiri cepat meluas. Sebab, lahan itu ditumbuhi banyak alang-alang. Warga sempat panik. Sebab, di sekitar lahan itu terdapat perumahan warga. Mereka khawatir api semakin membesar dan membakar rumah.

Ali Ansori, 49, warga setempat mengatakan, sebelumnya ada orang yang membakar jerami di lahan tersebut. Lalu ditinggal begitu saja. Setelah ditinggal, asap tebal menyelimuti wilayah perumahan. Setelah dicek ternyata lahan kosong itu terbakar.

Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi membenarkan kejadian itu. Berdasarkan keterangan warga, ada orang yang membakar jerami sebelum lahan kosong itu terbakar.

“Kami langsung meluncur ke lokasi kebakaran dan tiba sekitar jam 13.00. Ada satu unit mobil damkar dan satu unit mobil water supply yang diturunkan,” tuturnya.

Petugas sempat kesulitan. Sebab, api sudah menyebar luas di lahan itu. Titik-titik yang sudah disiram air dan padam, sempat kembali menyala. Sehingga, butuh waktu lebih lama untuk memadamkam api.

“Api berhasil dipadamkan sampai pukul 14.00. Setelah api padam, pembahasan dilakukan agar api tidak kembali menyala dan membakar alang-alang yang ada,” tambahnya.

Dia pun mengimbau warga agar selalu waspada. Terutama tidak meninggalkan api menyala di lahan kering. Sebab, lahan kering mudah terbakar. (zen/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#kebakaran pasuruan #kebakaran lahan