DRINGU, Radar Bromo – Sampai saat ini Pemkab Probolinggo masih siaga dampak musim kemarau. Mitigasi resiko bencana kekeringan juga turut dilakukan dengan pengadaan logistik berupa tandon dan jeriken. Stok logistik masih cukup.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, sampai saat ini pihaknya melakukan evaluasi. Baik potensi dan dampak kekeringan akibat kemarau. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga melakukan pemantauan dilapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah potensi kekeringan masih aman ataukan perlu bantuan.
“Pada prinsipnya terus kami pantau sejauh mana kondisi wilayah yang rawan kekeringan. Serta wilayah yang sudah kami berikan bantuan baik droping air bersih maupun bantuan logistic,” katanya.
Zubaidullah menuturkan jika stok logistik untuk penanganan dampak kemarau saat ini masih cukup. BPBD masih memiliki 7 tandon air berkapasitas 1.200 liter dan 263 jeriken air berkapasitas 10 liter. Logistik ini akan diberikan kepada warga dan desa terdampak.
TRC langsung melakukan peninjauan langsung di lokasi. nantinya disalurkan pada wilayah masuk data potensi kekeringan saat musim kemarau. Hal itu akan dilakukan saat BPBD mendapatkan laporan dan surat dari pemerintah desa.
Tandon darurat dan jirigen yang diberikan terlebih dahulu harus memenuhi beberapa aspek yang menjadi bahan pertimbangan.Meliputi tingkat ketersediaan air bersih yang minim. Distribusi atau pipanisasi yang belum menjangkau seluruh dusun. Serta belum tersedianya tandon air permanen yang memadai untuk menampung air bersih. Selain itu jarak dari titik penampungan air memiliki jarak yang cukup jauh.
“Terlebih dahulu memang harus masuk data wilayah potensi kekeringan. Jika beberapa pertimbangan sudah dilalui. Dan mengerucut pada kesimpulan perlu bantuan logistic. Maka akan segera kami kirim tandon air darurat dan jirigen,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando