Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkot Probolinggo Kehilangan Potensi PAD Parkir Rp 1,5 M, Ini Penyebabnya

Arif Mashudi • Minggu, 2 Juli 2023 | 17:16 WIB

 

PARKIR BERLANGGANAN: Kawasan Alun-alun Kota Probolinggo sebagai salah satu titik parkir yang menyumbang PAD.
PARKIR BERLANGGANAN: Kawasan Alun-alun Kota Probolinggo sebagai salah satu titik parkir yang menyumbang PAD.

MAYANGAN, Radar Bromo - Tahun ini, Pemkot Probolinggo kehilangan sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 1,5 miliar. PAD ini berasal dari retribusi parkir berlangganan.

Penyebabnya, karena tidak ada lagi kerja sama parkir berlangganan dengan Pemkab Probolinggo.

Kabid LLAJ pada Dishub Kota Probolinggo Noviyanto Purwantoro menjelaskan, tahun ini parkir berlangganan ditarget menyumbang PAD Rp 4,5 miliar.

Namun, target itu perlu dikoreksi. Sebab, per 1 Januari 2023 sudah tidak ada lagi kerja sama parkir berlangganan dengan Pemkab Probolinggo.

”Target PAD di Dishub tahun ini sekitar Rp 5,8 miliar. Hingga akhir Mei kemarin masih tercapai sekitar Rp 1,5 miliar,” katanya.

Dari target PAD sekitar Rp 5,8 miliar itu, penyumbang terbesar dari sektor retribusi parkir berlangganan. Namun, tahun ini sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar potensi retribusi dari sektor parkir berlangganan hilang.

Sebab, tidak ada lagi kerja sama parkir berlanganan dengan Pemkab Probolinggo.

Sementara sebelumnya memang ada kerja sama parkir berlangganan. Saat ada kerja sama, retribusi parkir berlangganan tidak hanya diambil dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kota Probolinggo. Namun, juga diambil dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kabupaten Probolinggo.

Dari kerja sama ini, kemudian ada sharing atau bagi hasil fifty-fifty dari retribusi parkir berlangganan. Yaitu, 50 persen hasil retribusi untuk Pemkot Probolinggo dan 50 persen lagi untuk Pemkab Probolinggo.

Dengan tidak adanya kerja sama parkir berlangganan, maka retribusi parkir berlangganan yang masuk ke PAD hanya berasal dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kota Probolinggo.

Inilah yang kemudian menyebabkan Pemkot kehilangan potensi PAD dari kerja sama parkir berlangganan.

”Jadi perlu penyesuian target PAD dari sektor parkir berlangganan. Karena tahun ini dipastikan kehilangan potensi PAD sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#parkir probolinggo #pemkot probolinggo #pad parkir