MAYANGAN, Radar Bromo - Tahun ini, Pemkot Probolinggo kehilangan sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 1,5 miliar. PAD ini berasal dari retribusi parkir berlangganan.
Penyebabnya, karena tidak ada lagi kerja sama parkir berlangganan dengan Pemkab Probolinggo.
Kabid LLAJ pada Dishub Kota Probolinggo Noviyanto Purwantoro menjelaskan, tahun ini parkir berlangganan ditarget menyumbang PAD Rp 4,5 miliar.
Namun, target itu perlu dikoreksi. Sebab, per 1 Januari 2023 sudah tidak ada lagi kerja sama parkir berlangganan dengan Pemkab Probolinggo.
”Target PAD di Dishub tahun ini sekitar Rp 5,8 miliar. Hingga akhir Mei kemarin masih tercapai sekitar Rp 1,5 miliar,” katanya.
Dari target PAD sekitar Rp 5,8 miliar itu, penyumbang terbesar dari sektor retribusi parkir berlangganan. Namun, tahun ini sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar potensi retribusi dari sektor parkir berlangganan hilang.
Sebab, tidak ada lagi kerja sama parkir berlanganan dengan Pemkab Probolinggo.
Sementara sebelumnya memang ada kerja sama parkir berlangganan. Saat ada kerja sama, retribusi parkir berlangganan tidak hanya diambil dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kota Probolinggo. Namun, juga diambil dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kabupaten Probolinggo.
Dari kerja sama ini, kemudian ada sharing atau bagi hasil fifty-fifty dari retribusi parkir berlangganan. Yaitu, 50 persen hasil retribusi untuk Pemkot Probolinggo dan 50 persen lagi untuk Pemkab Probolinggo.
Dengan tidak adanya kerja sama parkir berlangganan, maka retribusi parkir berlangganan yang masuk ke PAD hanya berasal dari kendaraan dengan pelat nomor asal Kota Probolinggo.
Inilah yang kemudian menyebabkan Pemkot kehilangan potensi PAD dari kerja sama parkir berlangganan.
”Jadi perlu penyesuian target PAD dari sektor parkir berlangganan. Karena tahun ini dipastikan kehilangan potensi PAD sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Jawanto Arifin