INOVASI dan kreasi dikembangkan masing-masing finalis dalam ajang Inovasi, Kreasi Pembelajaran Bermakna Berkarakter (Ikrar) benar-benar membuat dewan juri terkesan.
Hal itu, terlihat dalam tahapan kunjungan lapangan sejak Senin-Kamis (22-25/4). Selama 4 hari itu, ada 20 finalis yang dikunjungi langsung ke sekolahnya. Masing-masing 5 finalis untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.
Miswagiyanto juri Ikrar Jenjang SD dan SMP mengungkapkan, banyak inovasi dan kreasi menarik yang dilihat langsung tim juri di sekolah masing-masing.
Inovasi dan kreasi itu, juga memiliki kesesuaian dengan materi yang ditulis pada portofolio dan tahapan presentasi yang dilakukan sebelumnya.
“Salah satunya, adalah inovasi terkait pembelajaran Tari Glipang dengan menggunakan aplikasi di SMPN 1 Tegalsiwalan. Inovasi ini diterapkan pada mata pelajaran seni dan budaya,” bebernya.
“Namun, inovasi ini juga bisa diterapkan dalam ekstra tari.. Disitu ada ada 4 menu. Yakni, sejarah tari glipang, gerakan, contoh tari dan evaluasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, inovasi ini juga memanfaatkan fasilitas bantuan dari pemerintah. Yakni, Chrome Book yang sejauh ini mayoritas semua sekolahnya mendapatkannya. Dengan aplikasi itu, anak lebih mudah dalam belajar.
“Secara keseluruhan, sekolah yang kami kunjungi inovasi dan kreasi pembelajaran sudah sesuai dengan apa yang disampaikan finalis sebelumnya,” katanya.
“Ajang ini juga memunculkan inovasi dan kreasi bermakna pada pengembangan karakter, serta bermakna mempermudah dan berkmakna anak itu senang,” katanya.
Di hari terakhir ada 4 sekolah yang dikunjungi tim juri Ikrar Dikdaya. Meliputi KB Namira School II Dringu, TK Negeri Pembina Dringu, SMPN 1 Tegalsiwalan dan SMPN 1 Maron. (uno/fun)
Editor : Abdul Wahid