Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

UMKM-Kelompok Binaan CSR Ikuti Diklat, Dibekali Teknik Foto-Video untuk Produk

Arif Mashudi • Rabu, 9 Agustus 2023 | 13:45 WIB
ANTUSIAS: Peserta belajar teknik memotret produk dari Zainal Arifin, fotografer Jawa Pos Radar Bromo.
ANTUSIAS: Peserta belajar teknik memotret produk dari Zainal Arifin, fotografer Jawa Pos Radar Bromo.

PAITON, Radar Bromo - Puluhan pelaku UMKM dan kelompok binaan CSR PLN NP (Nusantara Power) UP Paiton, mengikuti Diklat Jurnalistik Foto dan Video. Guna membekali mereka kemampuan dalam pengambilan dan pengolahan foto dan video untuk memasarkan produk maupun kegiatan masing-masing.

Diklat jurnalistik foto dan video hasil kerja sama PLN NP UP Paiton bersama Jawa Pos Radar Bromo itu digelar di gedung PJB Academy Paiton, Selasa (8/8). Hadir langsung Manajer Bisnis Suport PLN NP UP Paiton Sukarno, dan Direktur Jawa Pos Radar Bromo, H.A Suyuti.

Selama mengikuti diklat, peserta tampak antusias dan aktif. Mereka tidak hanya belajar foto dan video jurnalistik. Tetapi bisa lebih mendalam mengenal teknis pengambilan fotografi dan videografi yang menarik. Sehingga, foto dan video hasil jepretan mereka, dapat disebarkan di media digital untuk menarik pelanggan.

Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A Suyuti mengatakan, diklat jurnalistik foto dan video ini akan berguna di era digital saat ini. Apalagi arus informasi sangat mudah melalui media sosial (medsos). Begitu juga pemasaran produk atau jasa, semua dapat melalui digital.

PENTING: Manajer Bisnis Suport PLN NP UP Paiton Sukarno dan Direktur Jawa Pos Radar Bromo, H.A Suyuti, yang ikut hadir.
PENTING: Manajer Bisnis Suport PLN NP UP Paiton Sukarno dan Direktur Jawa Pos Radar Bromo, H.A Suyuti, yang ikut hadir.

”Banyak aplikasi atau medsos luar biasa perkembangannya. Sekarang itu ingin berjualan tidak seribet dulu. Punya HP, produk difoto atau video, kemudian di-share, itu sudah jualan,” katanya.

Tentunya, dibutuhkan bekal dan kemampuan cara pengambilan foto dan video pada produk yang akan dipasarkan. Karena ada teknik dalam pengambilan foto dan video supaya mendapatkan hasil bagus. Sehingga produk yang akan dipasarkan atau dikenalkan memiliki daya tarik dan penasaran masyarakat.

”Terpenting lagi, hasil foto, video dan produknya tidak hoax. Karena, di era digital juga banyak informasi ataupun produk dipasarkan di media digital yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sehingga, masyarakat pun kecewa dan usahanya pasti langsung terdampak buruk dalam usahanya,” terangnya.

Manager Bisnis Suport PLN Nusantara Power UP Paiton Sukarno mengatakan, saat ini memang era digital, semua produk harus dipasarkan melalui medsos. Jika tidak, akan ketinggalan dalam hal bisnis dan pemasaran atau tidak laku.

”Saya berharap, diklat foto dan video yang diadakan PLN NP UP Paiton bekerja sama dengan Radar Bromo, diikuti dengan baik. Karena apa yang diperoleh nantinya akan kembali pada peserta,” katanya.

Sukarno menambahkan, diklat foto dan video ini sangat dibutuhkan. Supaya pelaku UMKM dan kelompok binaan CSR PLN NP UP Paiton, memiliki kemampuan pengambilan foto, video yang bagus. Sehingga, hasil foto dan video itu dapat disebarkan luaskan atau pasarkan melalui digital.

”Kami dulu sebelumnya dikenal dengan PT. PJB (Pembangkit Jawa Bali), sejak 1 Januari 2023, sudah berganti nama menjadi PLN Nusantara Power (NP),” ungkapnya. (mas/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#diklat videografi #diklat jurnalistik #diklat fotografi #PLN Nusantara Power