REMBANG, Radar Bromo – Kebakaran melanda tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) milik PT Reciki Solusi Indonesia di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jumat (30/10).
Api yang membakar material sampah kering berbahan plastik tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama sekitar empat jam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran yang terjadi di area pengelolaan sampah itu sempat memicu kekhawatiran karena material yang terbakar berpotensi menghasilkan asap tebal.
Kapolsek Rembang AKP Supriyanto menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00. Titik api diketahui oleh salah seorang pekerja bernama Puji Purwanto, warga Dusun Krajan, Desa Ngempit, Kecamatan Kraton.
Saat mengetahui adanya api di lahan pengelolaan sampah kering plastik tersebut, Puji langsung memberitahukan kepada pekerja lainnya agar segera keluar dari ruangan. Setelah itu, pihaknya menghubungi pengelola kawasan PIER untuk meminta bantuan pemadaman.
"Begitu mengetahui ada titik api, pekerja langsung memberitahukan kepada pekerja lainnya untuk keluar dari ruangan. Kemudian, pihak PIER dihubungi untuk mendatangkan mobil pemadam kebakaran," jelas AKP Supriyanto.
Sekitar pukul 12.15, mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan unit pemadam milik PIER tiba di lokasi. Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
Proses pemadaman melibatkan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Pasuruan dan satu unit mobil pemadam kebakaran milik PIER. Selain itu, tiga unit mobil tangki air turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15.
Kapolsek menyebutkan, material yang terbakar berupa sampah kering berbahan plastik. Kondisi tersebut membuat petugas perlu melakukan penanganan secara menyeluruh, termasuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api dari sisa material yang masih panas.
"Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk penanganan lebih lanjut, kami juga melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan," ujarnya.
Pasca-kebakaran, petugas mengingatkan perlunya pemantauan dan pendinginan secara menyeluruh di area terdampak. Sebab, sisa material yang masih panas berpotensi memunculkan kembali titik api.
Selain itu, kebakaran sampah plastik juga berpotensi menghasilkan asap tebal yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan pekerja maupun masyarakat di sekitar kawasan industri tersebut.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan pihak PT Reciki Solusi Indonesia, serta meminta keterangan saksi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kebakaran.
Hingga laporan ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Sementara itu, kerugian materiil akibat kejadian tersebut masih belum dilaporkan. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto