Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenag Minta Pemenang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Diberi Beasiswa atau Bebas UKT

M

Advertisement

Para juara dan pemenang OASE PTKIN ke-III Tahun 2026 berfoto bersama usai mendapatkan piala dan piagam penghargaan pada malam penganugerahan di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga pada Jumat (6/11). (Kemenag)
Para juara dan pemenang OASE PTKIN ke-III Tahun 2026 berfoto bersama usai mendapatkan piala dan piagam penghargaan pada malam penganugerahan di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga pada Jumat (6/11). (Kemenag)

Radar Bromo - Kementerian Agama (Kemenag) melayangkan imbauan agar para mahasiswa peraih juara dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (OASE PTKIN) ke-III Tahun 2026 mendapatkan alokasi beasiswa atau dibebaskan dari kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Advertisement

Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag, Prof. Sahiron, saat menghadiri malam puncak penganugerahan OASE PTKIN ke-III Tahun 2026 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Jumat (6/11).

”Kami memohon agar adik-adik yang berprestasi dan mendapat juara ini diperhatikan. Apakah itu diberikan beasiswa atau dibebaskan UKT-nya, disesuaikan dengan regulasi dan DIPA masing-masing kampus,” urai Sahiron sebagaimana disadur dari keterangan resmi pada Sabtu (7/11).

Formulasi permohonan tersebut menjadi salah satu poin prioritas yang digarisbawahi oleh Sahiron. Menurutnya, Kemenag berkomitmen mengawal dan membina para jawara OASE PTKIN ke-III Tahun 2026 agar konsisten memupuk capaian prestasi. Ajang bergengsi ini memang diarsiteki khusus guna mendongkrak budaya kompetisi dan prestasi di lingkungan PTKIN se-Indonesia.

Advertisement

Sebanyak 497 finalis yang mewakili 54 PTKIN dari pelbagai penjuru Nusantara beradu keunggulan akademik. Mereka berlaga pada fase final yang berlangsung kurun 3–7 November, memperebutkan gelar pada 18 cabang perlombaan yang mencakup integrasi keilmuan agama, sains, hingga inovasi riset dan teknologi.

”Untuk memasuki Indonesia Emas, syaratnya cuma dua. Pertama, bangsa Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, kita harus menjadi masyarakat yang beragama dan penuh maslahat,” tandasnya.

Sahiron turut melayangkan apresiasi tinggi atas keberhasilan penyelenggaraan OASE PTKIN ke-III Tahun 2026. Di hadapan para mahasiswa PTKIN, ia memacu semangat untuk terus mengasah kapasitas diri agar mampu mencetak prestasi bereputasi serta membesarkan nama baik almamater masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, mengutarakan rasa bangga atas kepercayaan yang dimandatkan oleh Kemenag kepada institusi yang dipimpinnya sebagai tuan rumah perhelatan OASE PTKIN ke-III Tahun 2026.

”OASE mempertemukan mahasiswa-mahasiswi berbakat dan cerdas yang menampilkan kemampuan nalarnya, berinovasi, hingga mempresentasikan gagasan untuk menjadi langkah awal penemuan sains dan teknologi,” papar Prof. Noorhaidi.

Noorhaidi menegaskan, ajang ini menjadi pembuktian nyata bahwa PTKIN tidak hanya mencetak lulusan yang unggul di bidang studi keagamaan, melainkan juga berdaya saing global di kancah sains dan teknologi. Dalam kompetisi ini, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai juara umum.

Adapun rincian peraih gelar juara OASE III PTKIN 2026 merangkum:

  1. Musabaqah Qiraatil Kutub Putra: Obin (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

  2. Musabaqah Qiraatil Kutub Putri: Mariza Ilfani (UIN Imam Bonjol Padang)

  3. Dai Mahasiswa Putra: Hafaz Muhammad Bintang (UIN Sumatera Utara)

  4. Karya Tulis Al-Qur'an: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  5. Sosial Kemasyarakatan: IAIN Kerinci

  6. Ilmu Falak: UIN Walisongo Semarang

  7. Matematika: Hafizh Fahri Akmaluddin (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

  8. Fisika: Muhammad Iqbal Harits (UIN Mahmud Yunus Batusangkar)

  9. Biologi: Muhammad Ilham Jumari (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

  10. Kimia: Najla Kaila Ramadhani (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

  11. Robotik: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

  12. Ekoteologi (Tata Kelola Limbah & Lingkungan Hidup): UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

  13. Desain Arsitektur Islam: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  14. Teknologi Produk Halal & Ketahanan Pangan Halal: UIN Sunan Ampel Surabaya

  15. Literasi Inovasi Teknologi: UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

  16. Virtual Trading: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Advertisement

Artikel Terkait

Tingkatkan Mutu Akademik Pesantren, Kemenag Gagas Program 1.000 Doktor Ma’had Aly

Tingkatkan Mutu Akademik Pesantren, Kemenag Gagas Program 1.000 Doktor Ma’had Aly

Kemenag gagas program 1.000 doktor Ma’had Aly 2027-2031. Ditjen Pesantren petakan kebutuhan 95 kampus dan dorong penataan fasilitas.

Atap Ruang Kelas MTs di Lecari Sukorejo Pasuruan Ambruk, Begini Penampakannya

Atap Ruang Kelas MTs di Lecari Sukorejo Pasuruan Ambruk, Begini Penampakannya

Atap ruang kelas ambruk sekitar pukul 08.00 pagi. Saat kejadian, beruntung ruang kelas kosong. Sebab selama ini ruangan tersebut tidak ditem

Pemerintah Siapkan Skema PTN Gratis, Menko PMK Sugiono Tegaskan UKT dan Uang Pangkal Dihapus

Pemerintah Siapkan Skema PTN Gratis, Menko PMK Sugiono Tegaskan UKT dan Uang Pangkal Dihapus

Rencana PTN gratis bakal hapus UKT hingga IPI jalur mandiri. Menko PMK Sugiono instruksikan simulasi anggaran rampung seminggu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer