Target Pendapatan Menyusut Rp 67,7 Miliar, Pemkab Pasuruan Gantungkan Penutupan Defisit pada SiLPA

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:57 WIB
PAPARAN: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat memberikan paparan di hadapan legislatif dalam rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/7). (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
PAPARAN: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat memberikan paparan di hadapan legislatif dalam rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/7). (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan merevisi target pendapatan daerah 2026.

Dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS yang disampaikan Bupati Rusdi Sutejo pada rapat paripurna DPRD, Rabu (29/7) sore, pendapatan daerah diproyeksikan turun Rp 67,7 miliar dari target awal.

Target awal sebesar Rp 3,499 triliun, kini direvisi menjadi Rp 3,431 triliun. Penurunan itu terutama disebabkan koreksi pada pos pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan antardaerah.

PAD sendiri diproyeksikan Rp 1,312 triliun. Disumbang pajak daerah Rp 753,9 miliar, retribusi Rp 541,3 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 4,9 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp 12,7 miliar.

Sementara pendapatan transfer ditetapkan Rp 2,118 triliun, terdiri dari transfer pemerintah pusat Rp 1,964 triliun dan transfer antardaerah Rp 154,6 miliar.

Di sisi belanja, total anggaran yang bisa dibelanjakan mencapai Rp 3,731 triliun. Belanja operasi menyedot porsi terbesar, Rp 2,957 triliun.

Di dalamnya, belanja pegawai mendominasi dengan Rp 1,681 triliun, disusul belanja barang dan jasa Rp 1,141 triliun, hibah Rp 131,6 miliar, dan bantuan sosial Rp 3,46 miliar.

Belanja modal hanya Rp 343,9 miliar. Belanja tidak terduga Rp 17,5 miliar. Belanja transfer ke desa dan daerah lain Rp 412,6 miliar.

Ketimpangan antara pendapatan dan belanja ini, memicu defisit anggaran yang cukup tebal, yakni mencapai Rp299,86 miliar.

Seluruhnya akan ditambal dari SiLPA 2025 yang tercatat Rp 303,3 miliar sesuai hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jawa Timur tanggal 26 Mei 2026.

Sisa SiLPA setelah menutup defisit sebesar Rp 3,5 miliar diarahkan sebagai penyertaan modal BUMD.

Di hadapan anggota dewan, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan pentingnya kemitraan antara eksekutif dan legislatif, untuk menuntaskan pembahasan perubahan anggaran ini agar tetap responsif terhadap kondisi keuangan daerah.

“Keberhasilan pembangunan daerah memerlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan DPRD. Kami mengharapkan pembahasan R-P-KUA PPAS 2026 berlangsung konstruktif, objektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Mas Rusdi-sapaannya. (tom/one)

 

PETA PERUBAHAN APBD KABUPATEN PASURUAN 2026

POSTUR PENDAPATAN DAERAH

·                    Target Awal APBD: Rp 3,499 Triliun

·                    Target Setelah Perubahan: Rp 3,431 Triliun

·                    Penyusutan Pendapatan: Rp 67,7 Miliar

 

RINCIAN PENDAPATAN DAERAH (P-APBD 2026)

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 1,312 Triliun

·                    Pajak Daerah: Rp 753,9 Miliar

·                    Retribusi Daerah: Rp 541,3 Miliar

·                    Hasil Pengelolaan Kekayaan: Rp 4,9 Miliar

·                    Lain-lain PAD yang Sah: Rp 12,7 Miliar

 

Pendapatan Transfer: Rp 2,118 Triliun

·                    Transfer Pemerintah Pusat: Rp 1,964 Triliun

·                    Transfer Antardaerah: Rp 154,6 Miliar

 

RINCIAN BELANJA DAERAH (Total: Rp 3,731 Triliun)

·                    Belanja Operasi: Rp 2,957 Triliun

·                    Belanja Pegawai: Rp 1,681 Triliun

·                    Belanja Barang & Jasa: Rp 1,141 Triliun

·                    Belanja Hibah: Rp 131,6 Miliar

·                    Bantuan Sosial (Bansos): Rp 3,46 Miliar

·                    Belanja Transfer (ke Desa/Lainnya): Rp 412,6 Miliar

·                    Belanja Modal: Rp 343,9 Miliar

·                    Belanja Tidak Terduga: Rp 17,5 Miliar

 

SKEMA PENUTUPAN DEFISIT

·                    Defisit Anggaran: Rp 299,86 Miliar

·                    Sumber Penutup Defisit: SiLPA Tahun 2025 (Total Rp 303,3 Miliar)

·                    Sisa SiLPA Pasca-Defisit: Rp 3,5 Miliar (Dialokasikan untuk penyertaan modal BUMD)

Editor : Jawanto Arifin
Silpa paripurna pendapatan apbd belanja