BANGIL, Radar Bromo-Kemenangan Pasuruan United di laga final menasbihkan klub berjuluk Laskar santri Mbeling itu sebagai juara Liga 4 Piala Presiden.
Dengan begitu di musim baru kompetisi sepakbola, Pasuruan punya wakil dua tim untuk berlaga di Liga Nusantara.
Setelah memenangi laga final, pemain dan jajaran ofisial serta manajemen Pasuruan United sudah tiba. Minggu (12/7) sore mereka juga merayakan kemenangan dengan konvoi bersama dengan memamerkan trofi Liga 4 Piala Presiden ke masyarakat.
Suka cita menyelimuti punggawa Laskar Santri Mbeling yang disambut ribuan Mbeling Warrior.
Arak-arakan kemenangan itu digelar sepanjang Gempol hingga Bangil. Presiden Pasuruan United Bayu Aji Handayanto menyebut, ini memang menjadi keinginan manajemen untuk membawa pulang piala seraya memamerkan ke masyarakat.
Kata Bayu, kemenangan ini buah dukungan dari masyarakat serta pemerintahan daerah.
Kemenangan Pasuruan United atas Pesik Kuningan memang terasa istimewa. Saat babak final, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wabup Shobih Asrori bahkan ikut hadir di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, pada Sabtu (11/7) sore. Keduanya ikut hadir hingga prosesi penyerahan trofi dan medali.
Menariknya setelah babak semifinal, bukan hanya prestasi Pasuruan United saja yang diraih. PSSI juga ikut mengganjar Racksa Surya Wijaya sebagai best player selama kompetisi Liga 4 Piala Presiden. Pemain yang kerap diplot sebagai second striker itulah yang menciptakan satu-satunya gol di babak final.
“Syukur Alhamdulillah kami juara. Yang paling penting tim ini jadi juara. Selebihnya adalah bonus,” beber Racksa yang juga pernah meraih top skor Liga 4 saat di zona Jatim.
Selama di kompetisi liga 4 Piala presiden, Pasuruan United juga digdaya. Betapa tidak, selama 14 kali bertanding sejak babak 64 besar hingga final, tim besutan Bio Paulin ini hanya merasakan 1 kali kekalahan. Selebihnya diraih 5 kali seri dan sisanya dengan kemenangan.
Total gol yang dilesakkan Pasuruan United selama zona nasional adalah 16 gol. Istimewanya tim ini hanya kemasukan 5 gol. Jumlah itu tentu saja di luar drama adu penalti.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang ditemui di Jogjakarta menyebut, tentu kemenangan ini patut disyukuri. Pasuruan United sudah membuktikan di kancah nasional dan jelas membawa nama daerah.
“Yang paling penting, kini Pasuruan punya dua tim yang akan berlaga di Liga 3 musim depan. Sebelumnya sudah ada kakak Pasuruan United yakni Persekabpas. Di musim depan, kami berharap Persekabpas bisa naik kasta ke Liga 2,” beber Rusdi Sutejo.
Orang nomor 1 di Kabupaten Pasuruan itu meyakini, dengan ada dua tim, maka kesempatan mengenalkan sepakbola di daerah semakin besar. Pemerintah daerah pun siap mendukung dari berbagai aspek.
“Untuk musim depan, dua tim akan berlaga di Liga 3. Kompetisi Liga 3 ini memang disentralisasi. Tapi kami sudah menyiapkan infrastrukturnya bila Persekabpas naik kelas ke Liga 2. Salah satunya rehab Stadion R Soedarsono di Pogar, yang tentu bisa digunakan untuk laga malam hari. Mungkin nanti ujicoba malam hari bisa digunakan saat Piala Bupati,” beber Rusdi Sutejo.
Dengan dua tim Pasuruan berkompetisi di Liga Nusantara, maka manajemen juga melakukan peruhan komposisi.
Dipastikan untuk CEO Persekabpas akan dipegang oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. Sementara untuk CEO Pasuruan United adalah Wabup Shobih Asrori.
Begitu pula dengan susunan pelatih. Bio Paulin akan menjadi pelatih Laskar Sakera. Sementara posisi pelatih Pasuruan United adalah Subangkit, yang sebelumnya menjabat direktur teknis Persekabpas.
Sebagian Besar Pemain Layak Dipertahankan
JUARANYA Pasuruan United membuat jajaran manajemen menyiapkan langkah untuk musim depan. Selain merubah pelatih Bio Paulin untuk menangani Persekabpas, manajemen menginginkan sebagian besar pemain turut dipertahankan.
Ini diungkapkan CEO Pasuruan United, Suryono Pane. Kata dia, track Bio Paulin membawa Pasuruan United menjadi Champion, jelas jadi acuan.
Selama menangani Laskar Santri Mbeling, Bio Paulin yang dibantu jajaran pelatih, begitu perkasa mengawal kompetisi.
Ini terlihat sejak kompetisi dimulai dari level regional, Zona Jatim. Ricko Hardiansyah CS bahkan berhasil menjadi runner up Liga 4 Jatim. Begitu juga saat di zona nasional. Pasuruan United hanya mengalami sekali kekalahan.
Bagaimana dengan pemain? Bio Paulin berujar, jika dihitung, 90 persen pemain layak untuk membela musim depan.
"Bahkan bisa kami switch. Ada yang nanti membela Pasuruan United, ada juga yang dimasukkan ke Persekabpas. Karena manajemen menginginkan dua tim ini bisa melaju sukses bersamaan," kata Bio Paulin. (fun)
Editor : Fandi Armanto