Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalur Kereta Api Menuju Pasuruan Kritis, DJKA Rencanakan Relokasi Lintasan

Muhamad Busthomi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:53 WIB

 

Petugas saat melakukan survei jalur rel KA yang terus ambles di sekitar lumpur Lapindo Sidoarjo.
Petugas saat melakukan survei jalur rel KA yang terus ambles di sekitar lumpur Lapindo Sidoarjo.

 

BANGIL, Radar Bromo– Selama 20 tahun sudah ditinggikan 3 meter. Namun, jalur kereta api penghubung Surabaya-Pasuruan-Malang yang melintasi kawasan Lumpur Lapindo masih terus ambles. Relokasi pun diusulkan sebagai solusi.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan, kondisi lintasan saat ini sudah memasuki fase kritis. Selama hampir dua dekade, jalur kereta terus ditinggikan untuk menyesuaikan dengan penurunan permukaan tanah.

“Selama kurang lebih 20 tahun, elevasi jalur sudah dinaikkan hampir tiga meter dari kondisi awal. Namun pada periode 2022 hingga 2026 masih terjadi penurunan sekitar satu meter. Ini menunjukkan stabilitas jalur sudah berada pada kondisi kritis,” ujarnya.

Di sisi lain, jalur kereta api yang melintasi kawasan Lumpur Lapindo merupakan bagian dari lintas utama Surabaya–Pasuruan–Malang. Serta jalur menuju wilayah timur Jawa.

Gangguan pada lintasan tersebut berpotensi memengaruhi operasional perjalanan kereta api di kawasan Pasuruan dan sekitarnya apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Dengan kondisi kritis, upaya peninggian maupun pengembangan infrastruktur di lokasi tidak lagi layak dilakukan sebagai solusi permanen.

Karena itu, Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) menyiapkan langkah penanganan bertahap.

Dalam jangka pendek, perawatan rutin tetap dilakukan melalui peninggian jalur. Termasuuk pemadatan lintasan menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), serta penambahan batu balas.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah telah menyiapkan rencana relokasi jalur kereta. Salah satu alternatif trase yang dikaji melewati Sidoarjo menuju Tulangan hingga Gununggangsir, Kabupaten Pasuruan.

“Memang sudah ada perencanaan relokasi jalur. Tetapi dalam waktu dekat yang dibutuhkan adalah sinergi antara DJKA, PT KAI, dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kondisi darurat,” katanya.

Selain itu, DJKA juga menyusun SOP atau emergency plan baru sebagai pedoman menghadapi situasi darurat. Terutama ancaman banjir saat musim hujan. Targetnya, tahun ini SOP harus selesai.

“Beberapa bulan lagi memasuki musim hujan. Kami harus siap menghadapi kondisi terburuk, khususnya mengantisipasi banjir. Kami tidak pernah tahu sejauh apa kemampuan pompa bekerja ketika debit air meningkat,” tegas Denny. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kritis #pasuruan #lumpur lapindo #ambles #jalur kereta api