BANGIL, Radar Bromo —Kehadiran keluarga sebagai support system yang kokoh, merupakan pilar penyelamat paling krusial. Hal ini untuk mencegah seseorang mengambil keputusan fatal saat menghadapi titik terendah dalam hidupnya.
Pentingnya kepekaan dan dukungan penuh keluarga ini, menjadi refleksi mendalam pascaperistiwa tragis di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan Selasa (30/6) siang.
Seorang pemuda berinisial MR, 23, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, setelah pihak keluarga dan warga mendobrak pintu yang terkunci.
Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini.
Korban diduga kuat mengalami tekanan batin hebat akibat masalah ekonomi dan beban cicilan kendaraan setelah kontrak kerjanya berakhir.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan, selain luka yang sesuai dengan dugaan penyebab kematian,” katanya.
Pihak keluarga memilih tidak dilakukan autopsi. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang diterima kepolisian.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga meninggalkan sebuah pesan tertulis yang berisi permintaan maaf kepada keluarganya.
Polisi menyatakan telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan menyimpulkan tidak ada unsur pidana dalam kejadian tersebut. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (tom/one)
Editor : Muhammad Fahmi