BANGIL, Radar Bromo – Laporan warga soal jalan rusak di Kabupaten Pasuruan masuk ke satu dinas. Begitu juga dengan keluhan banjir, jarus ke dinas lain. Pengaduan macet pun ke instansi berbeda. Selama ini, persoalan itu ditangani sendiri-sendiri. butuh koordinasi yang kerap makan waktu.
Pemkab Pasuruan mulai berbenah. Sebuah Command Center resmi dioperasikan sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan publik.
"Tujuan utamanya mengintegrasikan layanan dari seluruh dinas, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Ini juga menjadi pusat koordinasi lintas dinas di Kabupaten Pasuruan," ujar Rusdi Sutejo bupati Pasuruan.
Tahap awal, sistem pemantauan lalu lintas milik Dinas Perhubungan sudah terhubung. Berikutnya, layanan pengaduan darurat 112 milik Diskominfo dan berbagai layanan publik lain akan menyusul.
"Laporan masyarakat yang masuk tidak lagi berhenti di satu instansi, tetapi langsung diteruskan kepada OPD yang berwenang untuk ditindaklanjuti," kata Mas Rusdi panggilan akrabnya.
Infrastruktur pendukung masih dalam proses pelengkapan. Perangkat komputer dan fasilitas teknologi informasi lainnya bertahap dipenuhi. Petugas akan berjaga bergantian menyesuaikan jam kerja.
Rusdi memastikan pengembangan sistem akan terus berjalan sesuai kebutuhan operasional sampai Command Center benar-benar menjadi simpul utama pengawasan dan pengaduan warga Kabupaten Pasuruan. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid