Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Legislatif Kabupaten Pasuruan Menilai Rumija Bisa Jadi Sumber PAD Baru

Muhamad Busthomi • Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41 WIB
ASET DAERAH: Jalur Bangil-Pandaan yang merupakan akses penting bagi warga. Jalur setempat memiliki potensi untuk menunjang pendapatan daerah. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
ASET DAERAH: Jalur Bangil-Pandaan yang merupakan akses penting bagi warga. Jalur setempat memiliki potensi untuk menunjang pendapatan daerah. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Ruang Milik Jalan selama ini hanya dipandang sebagai bagian dari infrastruktur transportasi.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Nik Sugiarti menilai sudut pandang itu perlu diubah.

Baginya, RUMIJA adalah aset daerah yang bisa menghasilkan pendapatan. Pemasangan utilitas, jaringan telekomunikasi, reklame, hingga aktivitas usaha di sepanjang ruang jalan, bisa dikelola secara legal dan produktif tanpa mengganggu fungsi jalan itu sendiri.

"RUMIJA harus dipandang bukan sekadar ruang fisik di sepanjang jalan, tetapi sebagai aset strategis daerah, yang mampu mendukung kemandirian fiskal dan percepatan pembangunan Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

Gagasan itu relevan, dengan kondisi fiskal daerah saat ini. Berdasarkan LKPJ 2025, dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi masih mendominasi pendapatan Kabupaten Pasuruan dengan porsi 70,74 persen. PAD baru menyumbang 29,26 persen.

Dibanding banyak daerah lain yang porsi dana transfernya menembus 80 persen, angka itu memang lebih baik. Tapi Kabupaten Pasuruan belum bisa disebut mandiri secara fiskal.

Karena itu, Nik mendorong pemerintah daerah segera menginventarisasi aset RUMIJA di seluruh wilayah. Tanpa pemetaan yang jelas, potensi itu hanya akan terus menganggur.

"Pengelolaan aset daerah yang baik, akan memperluas ruang fiskal pemerintah. Semakin besar PAD, semakin besar pula kemampuan daerah membiayai pembangunan tanpa terlalu bergantung pada transfer pusat," katanya.

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo juga berulangkali menyampaikan sejumlah strategi pemerintah daerah, untuk menaikkan pendapatan.

Selain memperketat pengawasan, pihaknya juga mulai merambah digitalisasi layanan untuk kemudahan.

Disamping tetap menggali aset-aset, yang berpotensi juga untuk menambah besaran potensi pendapatan.

Optimaliasi aset dinilai penting, agar kekayaan daerah bisa menjadi produktif.

“Kami memetakan kembali potensi PAD dari berbagai sektor. Agar kebijakan fiskal ini tepat sasaran dan memiliki kepastian hukum bagi subjek pajak,” papar Mas Rusdi-sapaannya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#rumija #aset daerah #jalan #dprd kabupaten pasuruan #kabupaten pasuruan