BANGIL, Radar Bromo-Stadion dr R Soedarsono Pogar, Bangil mulai dipersiapkan untuk naik kelas. Menjelang sejumlah agenda sepak bola nasional, Pemkab Pasuruan mematangkan rencana renovasi dan penataan stadion yang selama ini menjadi markas sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan itu.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo sudah meninjau langsung kondisi stadion. Kondisi fasilitas stadion hingga peluang revitalisasi dimatangkan.
“Karena ini menjadi kebanggaan masyarakat Pasuruan, ke depan perlu dipikirkan pengembangan dan penataan stadion agar semakin layak digunakan untuk event besar,” ujar Rusdi.
Stadion ini dipastikan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Zona Nasional Liga 4 Piala Presiden. Pasuruan United akan memakai stadion ini sebagai venue Grup N.
Rencana renovasi tersebut menguat seiring meningkatnya aktivitas sepak bola di Stadion Pogar dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, sejumlah fasilitas dinilai masih perlu pembenahan agar mampu menunjang pertandingan level nasional.
Mulai tribun penonton, akses pendukung, hingga kenyamanan pemain dan suporter disebut menjadi bagian yang perlu ditata ulang jika Pogar benar-benar ingin menjadi tuan rumah event yang lebih besar.
Seperti diketahui stadion dr R Soedarsono memiliki daya tampung maksimal 10 ribu penonton.
Pemkab Pasuruan di tahun ini menggelontorkan anggaran sekitar Rp 25 miliar. Dana itu akan difokuskan untuk pembenahan sejumlah fasilitas stadion agar lebih representatif.
Prioritas utama adalah pemasangan lampu penerangan stadion. Dengan fasilitas tersebut, stadion diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pertandingan malam hari. Selain itu rencana ada perubahahan pada tribun VIP yang akan dijadikan single seat.
Rehab stadion ini tentu saja disambut baik Sakeramania. Koordinator Sakeramania Rosul menyebut, rehab ini menjadi penanda bahwa sepakbola Kabupaten Pasuruan bakal segera naik kelas.
“Rehab stadion ini sejatinya sudah pernah kami perjuangkan sejak 5 tahun lebih. Tetapi selalu terkendala anggaran, termasuk refocusing saat pandemi lalu,” beber Rosul.
Hingga saat ini rehab stadion akhirnya diwujudkan. Meski poin utamanya adalah pemasangan lampu untuk penerangan, rehab ini menjadi awal bagi sepakbola Kabupaten Pasuruan khususnya Persekabpas.
“Dengan bisa menggelar laga di malam hari, kami yakin penonton akan lebih banyak. Karena laga di malam hari masuk prime time dan jelas ini bisa menyedot animo penonton lebih banyak ketimbang di pagi ataupun sore hari,” beber Rosul.
Semenjak kepemilikan Persekabpas saat ini di bawah kendali PT Pasuruan Bangkit, animo penonton juga kembali bergairah. Bahkan saat menggelar laga persahabatan melawan Persik Kediri lalu, hampir semua bangku di tribun penuh.
Panitia pelaksana bahkan mencatat mendapat pemasukan sekitar Rp 260 juta dari penjualan tiket dan lainnya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid