BANGIL, Radar Bromo - Wacana pengembangan layanan Trans Jatim ke wilayah Kabupaten Pasuruan, mulai memasuki tahap awal.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur tengah melakukan survei untuk memetakan potensi kebutuhan transportasi massal, khususnya pada koridor Porong–Pasuruan.
Survei ini menjadi langkah awal sebelum penentuan skema layanan Bus Rapid Transit (BRT), yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pekerja sektor industri.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Pasuruan, Susetyo Dimas, mengatakan saat ini proses masih berupa penjajakan oleh pemerintah provinsi.
“Saat ini masih tahap survei jajak pendapat dari Dishub Provinsi. Tujuannya untuk mengetahui potensi kebutuhan BRT di koridor Porong–Pasuruan,” ujarnya.
Menurutnya, survei tersebut menggali berbagai aspek penting. Mulai asal dan tujuan perjalanan, intensitas mobilitas harian, tingkat pendapatan masyarakat, hingga besaran pengeluaran untuk biaya transportasi dan durasi perjalanan.
“Data itu penting untuk menentukan apakah layanan ini layak dan seperti apa skema operasionalnya nanti,” jelasnya.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Pasuruan menyambut positif rencana tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menegaskan pihaknya bersama Komisi III mendorong pengembangan jaringan Trans Jatim agar menjangkau wilayah Pasuruan.
Menurutnya, kebutuhan transportasi umum di Kabupaten Pasuruan cukup mendesak, seiring berkembangnya kawasan industri yang menyerap banyak tenaga kerja.
“Kami memang mendorong pengembangan aglomerasi Trans Jatim masuk Pasuruan. Karena kita punya banyak kawasan industri yang membutuhkan transportasi umum bagi para pekerja,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran BRT akan menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi pekerja sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.
“Kalau transportasi massal ini berjalan, dampaknya besar. Tidak hanya bagi pekerja, tapi juga untuk mengurai kemacetan,” tambahnya.
Zaini berharap hasil survei yang dilakukan Pemprov Jatim bisa segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
Sehingga masyarakat Pasuruan dapat merasakan manfaat layanan transportasi modern tersebut. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin