GEMPOL, Radar Bromo – Kabar segar bagi dunia riset dan astronomi di Jawa Timur.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pasuruan, yang sebelumnya dikenal sebagai LAPAN Pasuruan, direncanakan akan segera diaktifkan kembali (reaktivasi) pada tahun ini.
Fasilitas penelitian yang berlokasi di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tersebut telah menghentikan operasionalnya sejak Maret 2023 lalu.
Rencana pengaktifan kembali ini diungkapkan oleh Dian Yudha Risdianto, periset Pusat Riset Antariksa sekaligus mantan Kepala BRIN Pasuruan.
Menurutnya, proses reaktivasi ini ditargetkan terealisasi dalam waktu dekat.
"Setelah sekitar tiga tahun vakum, BRIN Pasuruan rencananya akan diaktifkan kembali tahun ini. Kemungkinan sekitar bulan Agustus atau September mendatang," ujar Dian.
Baca Juga: BRIN Prediksi Kemarau Panjang, Risiko Kekeringan Makin Nyata
Keputusan untuk menghidupkan kembali kantor di atas lahan seluas 11,68 hektare tersebut, didasari oleh tingginya kebutuhan riset terkait antariksa dan atmosfer, serta fungsi edukasi publik.
Sebagai langkah awal, Kepala BRIN dilaporkan telah meninjau langsung lokasi pada akhir pekan lalu, untuk memantau kesiapan sarana dan prasarana riset.
Selama masa jayanya, BRIN Pasuruan merupakan salah satu titik krusial di Indonesia, untuk pengamatan rukyatul hilal serta penelitian atmosfer bawah.
"Saat ini kami sudah mulai menyiapkan peralatan dan rencana penelitian yang akan berjalan di sana," imbuh Dian.
Kabar ini disambut hangat oleh komunitas astronomi. Muchammad Toyib, Dewan Pembina Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur (FOKALIS Jatim), menyebut reaktivasi ini sebagai titik balik yang sangat dinanti.
"Secara historis, kolaborasi antara BRIN Pasuruan dengan komunitas astronomi di Jawa Timur sangat kuat. Kami berharap, momentum ini bisa menyambung kembali kerja sama yang sempat tertunda," kata Toyib.
Ia menambahkan, keberadaan BRIN Pasuruan sangat sentral sebagai rujukan ilmiah yang valid bagi masyarakat.
Dengan aktifnya kembali fasilitas ini, akses publik terhadap edukasi sains dan astronomi, diharapkan akan kembali terbuka lebar. (zal/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni