BANGIL, Radar Bromo - Stok minyak goreng program Minyakita dipastikan dalam kondisi aman.
Perum Bulog Cabang Malang mencatat ketersediaan mencapai 1.309.944 liter.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 336.793 liter tersimpan di Gudang Bulog Kejapanan, Kabupaten Pasuruan.
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurul Rachman, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng subsidi tersebut.
“Stok minyak kita aman. Kami minta masyarakat tidak panic buying,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pedagang agar menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Pengawasan distribusi terus dilakukan untuk mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga di lapangan.
“Kami imbau pedagang menjual sesuai HET. Distribusi juga terus kami awasi,” tegasnya.
Meski stok di tingkat Bulog terbilang aman, kondisi berbeda terjadi di lapangan. Ketersediaan Minyakita di sejumlah lapak pedagang Pasar Bangil dilaporkan mulai menipis, dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi ini, sempat memicu kekhawatiran warga yang bergantung pada minyak goreng subsidi untuk kebutuhan harian.
Analis Perdagangan Senior Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Subakti Utomo, menjelaskan bahwa kekosongan stok dipicu kendala distribusi.
“Stok Minyakita di Pasar Bangil hampir habis karena sudah satu bulan lebih tidak ada pengiriman dari Bulog ke wilayah kita,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan pasokan tersebut membuat stok di tingkat pedagang cepat menipis, apalagi di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Pemkab Pasuruan pun mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan.
Langkah itu dinilai penting, untuk menjaga stabilitas distribusi dan mencegah kelangkaan yang lebih luas.
Bakti-sapaannya-menambahkan, distribusi Minyakita akan segera kembali normal.
“Menurut informasi dari Bulog, Kamis besok akan ada distribusi lagi untuk wilayah Pasar Bangil dan juga Pasar Pandaan,” imbuhnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin