Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Strategi Ini yang Diterapkan Dewan untuk Membuka Peluang Masuknya Trans Jatim di Pasuruan

Muhamad Busthomi • Jumat, 3 April 2026 | 10:09 WIB
Rapat kerja antara DPRD Kabupaten Pasuruan dengan Dishub Provinsi Jatim mengenai layanan transportasi massal Trans Jatim. Dewan mendorong, agar layanan tersebut, bisa dioperasikan di Pasuruan.
Rapat kerja antara DPRD Kabupaten Pasuruan dengan Dishub Provinsi Jatim mengenai layanan transportasi massal Trans Jatim. Dewan mendorong, agar layanan tersebut, bisa dioperasikan di Pasuruan.

 

BANGIL, Radar Bromo – Peluang pengembangan layanan transportasi massal Trans Jatim ke wilayah Kabupaten Pasuruan mulai menguat.

DPRD Kabupaten Pasuruan ikut “jemput bola” mendorong realisasi layanan bus cepat tersebut agar menjangkau kawasan industri dan permukiman pekerja.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini menyebut, kehadiran Trans Jatim sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pekerja yang setiap hari hilir mudik.

“Kebutuhan transportasi publik yang terjangkau dan pasti itu akan sangat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal menilai rute Trans Jatim sangat potensial dikembangkan hingga wilayah Pasuruan.

Terutama di kawasan industri PIER, Gempol, hingga Kraton yang menjadi kantong pergerakan tenaga kerja.

“Di wilayah PIER sampai Gempol bahkan Kraton itu aktivitas pekerja sangat tinggi. Ini bisa jadi solusi transportasi yang efektif,” katanya.

Sebagai informasi, Trans Jatim merupakan layanan bus rapid transit (BRT) andalan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang saat ini menghubungkan kawasan Gerbangkertosusila dan Malang Raya dengan tarif terjangkau.

Baca Juga: Dishub Kota Usulkan Bus Trans Jatim Lewat Pasuruan

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Jawa Timur mengakui tingginya permintaan agar layanan tersebut diperluas hingga Pasuruan.

Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur Ainur Rofiq menyebut, faktor tarif murah dan kepastian layanan menjadi daya tarik utama Trans Jatim.

“Banyak permintaan agar Trans Jatim dikembangkan sampai Pasuruan. Selain tarifnya terjangkau, layanan juga pasti karena menggunakan skema buy the service,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pengembangan rute ke Pasuruan membutuhkan kajian lebih lanjut.

Salah satunya terkait jarak tempuh yang diperkirakan mencapai lebih dari 60 kilometer.

“Kalau sampai Pasuruan, jaraknya di atas 60 kilometer. Ini yang perlu dihitung secara matang,” urainya. (tom/one)

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana di 2026 Sukses Catat Transaksi Rp 3,152 T, Gubernur Khofifah: Mari Tumbuh Bersama

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#massal #dewan #dishub #Trans Jatim #angkutan