BANGIL, Radar Bromo – Peluang pengembangan layanan transportasi massal Trans Jatim ke wilayah Kabupaten Pasuruan mulai menguat.
DPRD Kabupaten Pasuruan ikut “jemput bola” mendorong realisasi layanan bus cepat tersebut agar menjangkau kawasan industri dan permukiman pekerja.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini menyebut, kehadiran Trans Jatim sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pekerja yang setiap hari hilir mudik.
“Kebutuhan transportasi publik yang terjangkau dan pasti itu akan sangat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Senada, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal menilai rute Trans Jatim sangat potensial dikembangkan hingga wilayah Pasuruan.
Terutama di kawasan industri PIER, Gempol, hingga Kraton yang menjadi kantong pergerakan tenaga kerja.
“Di wilayah PIER sampai Gempol bahkan Kraton itu aktivitas pekerja sangat tinggi. Ini bisa jadi solusi transportasi yang efektif,” katanya.
Sebagai informasi, Trans Jatim merupakan layanan bus rapid transit (BRT) andalan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang saat ini menghubungkan kawasan Gerbangkertosusila dan Malang Raya dengan tarif terjangkau.
Baca Juga: Dishub Kota Usulkan Bus Trans Jatim Lewat Pasuruan
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Jawa Timur mengakui tingginya permintaan agar layanan tersebut diperluas hingga Pasuruan.
Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur Ainur Rofiq menyebut, faktor tarif murah dan kepastian layanan menjadi daya tarik utama Trans Jatim.
“Banyak permintaan agar Trans Jatim dikembangkan sampai Pasuruan. Selain tarifnya terjangkau, layanan juga pasti karena menggunakan skema buy the service,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pengembangan rute ke Pasuruan membutuhkan kajian lebih lanjut.
Salah satunya terkait jarak tempuh yang diperkirakan mencapai lebih dari 60 kilometer.
“Kalau sampai Pasuruan, jaraknya di atas 60 kilometer. Ini yang perlu dihitung secara matang,” urainya. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni