Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Genjot Konektivitas Sepanjang 1.600 Kilometer, 78 Persen Jalan di Kabupaten Pasuruan Diklaim dalam Kondisi Baik

Muhamad Busthomi • Kamis, 2 April 2026 | 14:36 WIB
MULUS: Ruas Jalan Bangil-Pandaan yang kondisinya rata-rata dalam keadaan baik. Meski beberapa titik, mengalami kerusakan. Tahun ini, ada jalan sepanjang 1.600 kilometer yang akan dibenahi. (Dokumen Radar Bromo)
MULUS: Ruas Jalan Bangil-Pandaan yang kondisinya rata-rata dalam keadaan baik. Meski beberapa titik, mengalami kerusakan. Tahun ini, ada jalan sepanjang 1.600 kilometer yang akan dibenahi. (Dokumen Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai memacu pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keamanan wilayah. Program tersebut disiapkan untuk direalisasikan pada 2026.

Pembangunan dan pemeliharaan jalan akan menyasar seluruh wilayah di 24 kecamatan.

Total panjang jalan yang masuk dalam rencana penanganan mencapai lebih dari 1.600 kilometer.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tahun ini, ada 1.600 kilometer lebih yang akan dikerjakan untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui peningkatan kelayakan jalan kabupaten,” ujarnya.

Saat ini, jalan kabupaten yang kondisinya baik tercatat mencapai 1.697,4 kilometer atau sekitar 78,92 persen dari total panjang jalan yang ada.

Angka tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap.

Menurutnya, kondisi jalan yang memadai tidak hanya berdampak pada kelancaran distribusi barang dan jasa, tetapi juga berpengaruh terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Untuk merealisasikan program tersebut, pembiayaan akan bersumber dari berbagai pos anggaran. Di antaranya Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Semua masih dalam tahap perencanaan. Sumber dana yang ada akan dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Selain menyasar seluruh wilayah, Pemkab juga memprioritaskan dua kecamatan yang dinilai membutuhkan penanganan lebih intensif, yakni Wonorejo dan Kejayan.

Kedua wilayah tersebut akan mendapat porsi pembangunan lebih besar guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Dua kecamatan itu akan diprioritaskan lebih dulu karena menjadi penghubung ke jaringan jalan lainnya,” tukasnya. (tom/one)

 

Editor : Jawanto Arifin
#Perbaikan #jalan #infrastruktur #kabupaten pasuruan #pemkab pasuruan