BANGIL, Radar Bromo - Risiko kecelakaan di jalan raya saat musim mudik Lebaran menjadi perhatian serius Pemkab Pasuruan.
Sebagai langkah preventif untuk menekan penggunaan kendaraan roda dua di jalur jarak jauh, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan kembali meluncurkan Program Mudik Gratis 2026.
Siasat ini diharapkan mampu memindahkan pemudik dari kendaraan pribadi yang berisiko tinggi ke armada bus yang lebih aman. Tahun ini, disiapkan enam unit bus dengan total kapasitas 240 kursi.
Program ini menyasar enam rute gemuk yang menjangkau berbagai penjuru Jawa Timur hingga Solo, Jawa Tengah.
Targetnya, untuk mengurangi kepadatan volume kendaraan sekaligus meminimalkan angka kecelakaan di jalur-jalur rawan.
Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengatakan, pendaftaran sudah dibuka sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 17 Maret 2026. Mengingat tingginya antusiasme warga yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman, ia meminta masyarakat segera mendaftar.
“Pendaftaran akan kami tutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi. Jadi segera mendaftar sebelum kehabisan," tegas Digdo.
Program ini terbilang inklusif. Selain bagi pemegang KTP Kabupaten Pasuruan, para "kaum boro" atau pendatang yang bekerja di Pasuruan juga diperbolehkan ikut.
Syaratnya cukup menunjukkan surat keterangan domisili atau keterangan kerja saat mendaftar.
Adapun enam rute yang disediakan meliputi Jalur A (Madiun–Maospati–Ngawi–Solo), Jalur B (Nganjuk–Madiun–Ponorogo–Pacitan), dan Jalur C (Kediri–Tulungagung–Trenggalek).
Selain itu, tersedia Jalur D (Lamongan–Babat–Tuban), Jalur E (Situbondo–Banyuwangi), serta Jalur F (Lumajang–Jember).
Seluruh pemudik dijadwalkan berangkat secara serentak dari satu titik. Yakni, Halaman Kantor Satpol PP di Kompleks Perkantoran Raci.
Melalui angkutan massal gratis ini, Pemkab berharap tradisi mudik tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menekan angka fatalitas di jalan raya. (tom/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni