BANGIL, Radar Bromo - Upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pasuruan terus dipacu. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi membuka kran Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi para pencari kerja (pencaker).
Program jemput bola ini akan digeber hingga 12 Maret mendatang dengan menyasar berbagai keahlian yang paling diburu pasar industri.
Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Rakhmat Syarifudin, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan 10 paket pelatihan strategis.
Sebanyak enam paket pelatihan bakal dipusatkan di UPT LKD Rejoso, sementara empat paket lainnya diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
“Untuk di UPT LKD, fokusnya pada keahlian teknis seperti operator forklift, las SMAW 3G, operator bubut CNC, menjahit upper sepatu, barista, hingga yang terbaru perawatan AC residensial,” ujar Rakhmat.
Menariknya, pemilihan jenis pelatihan ini tidak asal tunjuk. Disnaker melakukan training need analysis (TNA) untuk memetakan kebutuhan nyata di dunia industri dan masyarakat.
Hasilnya, keahlian seperti operator forklift dan teknisi AC residensial menjadi primadona karena permintaannya yang sangat tinggi di lapangan.
“Semua peserta kami manjakan dengan fasilitas lengkap. Mulai dari seragam, modul, ATK, hingga uang transport. Bahkan, seluruh peserta juga kami daftarkan sebagai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama masa pelatihan guna memberikan perlindungan,” imbuh Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Farid Ardiansyah.
Setiap kelas dibatasi hanya untuk 16 peserta guna menjaga efektivitas pembelajaran.
Dengan total 160 peserta yang dilatih tahun ini, Disnaker berharap para lulusannya tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui perusahaan.
“Target kami jelas, menyerap lapangan kerja secara maksimal. Mereka yang lulus punya keahlian tersertifikasi, sehingga lebih mudah terserap industri atau bahkan membuka lapangan usaha sendiri,” tuturnya. (tom/one)
Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair di SMKN 2 Kraksaan
Editor : Moch Vikry Romadhoni