Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gudang Eks Garasi di Kauman Bangil Digerebek, Dua Truk Elpiji Diangkut Polisi, Sering Keluarkan Aroma Tak Sedap

Muhamad Busthomi • Rabu, 11 Februari 2026 | 17:22 WIB

 

SEPI: Suasana eks gudang di Kelurahan Kauman, Bangil pagi kemarin. Beberapa waktu lalu gudang ini digerebek apparat.
SEPI: Suasana eks gudang di Kelurahan Kauman, Bangil pagi kemarin. Beberapa waktu lalu gudang ini digerebek apparat.

BANGIL, Radar Bromo - Aroma tidak sedap dari sebuah gudang di Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, akhirnya terkuak.

Sebuah bangunan yang dulunya berfungsi sebagai garasi truk digerebek tim dari Reskrim Polda Jatim dan Mabes Polri, Kamis (5/2) lalu. Gudang tersebut diduga kuat menjadi markas aktivitas ilegal pengoplosan elpiji.

Meski tidak ada garis polisi (police line) yang terpasang, aktivitas di gudang tersebut kini lumpuh total. Ketua RW 01 Kelurahan Kauman, Munir, membenarkan adanya aksi korps berseragam cokelat yang mendatangi lokasi tersebut pasca waktu Dzuhur.

“Pastinya hari apa saya agak lupa, tapi seingat saya Kamis, habis Dzuhur. Saya ke sana karena laporan warga ada ramai-ramai. Ternyata ada petugas, katanya dari Reskrim Polda. Ada sekitar tiga atau empat mobil,” ujar Munir saat dikonfirmasi Rabu (11/2).

Munir menceritakan, proses penggeledahan berlangsung cukup lama, lebih dari satu jam. Hasilnya, petugas mengamankan dua unit truk dari dalam gudang.

Satu truk berisi penuh tabung elpiji, sementara satu truk lainnya terpaksa dievakuasi menggunakan mobil derek karena tidak bisa dihidupkan.

“Yang satu ditarik derek paksa karena tidak bisa jalan, yang satu lagi bisa dijalankan dan ada isinya tabung elpiji,” imbuhnya.

Keberadaan gudang "misterius" ini sebenarnya sudah lama memicu kecurigaan warga. Munir menyebut gudang tersebut adalah milik warga asli Kauman berinisial BK, putra seorang tokoh setempat.

Sekitar empat bulan lalu, gudang yang biasanya digunakan parkir belasan truk itu disewa oleh pihak luar.

Kecurigaan muncul karena aktivitas di dalam gudang sangat tertutup. Tak ada plakat resmi Pertamina maupun logo agen resmi.

Namun sering keluar masuk truk mengangkut tabung elpiji. Warga yang curiga sempat melapor ke RW, bahkan Munir sendiri pernah mendatangi lokasi untuk berkoordinasi satu bulan sebelum penggerebekan.

“Dulu pintunya terbuka, tiba-tiba tertutup terus. Saya sempat tanya koordinatornya, katanya cuma tempat servis tabung elpiji. Pas saya cek ke dalam satu bulan lalu, memang kosong, tidak ada barang bukti. Sepertinya kami kecolongan, atau pinter-pinternya mereka sembunyi,” beber pria yang akrab disapa Bang Onyesh ini.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pemilik lahan maupun penyewa gudang kepada pengurus RT/RW setempat terkait izin operasional gudang elpiji tersebut.

Pihak kepolisian saat di lokasi pun masih irit bicara dan menyatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Saya sempat tanya ke petugasnya bilang belum bisa memastikan ini kasus apa, katanya masih proses penyelidikan. Tapi yang jelas sekarang gudangnya sudah kosong melompong, tidak ada kegiatan lagi,” pungkas Munir.

Lurah Kauman, Barizi, membenarkan bahwa aktivitas di gudang itu sudah lama dalam pantauan.

Bahkan, inisiatif Munir mendatangi gudang sebulan lalu merupakan hasil koordinasi dengan pihak kelurahan setelah mendengar laporan adanya penyewa yang masuk tanpa izin.

"Memang sejak Januari lalu ada informasi kendaraan elpiji sering keluar masuk di situ. Kami dengar gudang itu disewa tapi tidak ada informasi ke kelurahan maupun RT RW," ungkap Barizi.

Menariknya, aksi penggerebekan ini tampaknya belum terdeteksi secara mendalam oleh jajaran kepolisian setempat.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya kegiatan penggerebekan tersebut.

Senada dengan itu, Kapolsek Bangil, Kompol Firman, juga mengaku terkejut saat dimintai konfirmasi oleh awak media.

"Saya baru tahu informasi ini dari sampeyan. Coba saya tanyakan ke Bhabinkamtibmas dulu," ungkapnya singkat. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
#polri #pasuruan #elpiji #polres pasuruan #bangil