BANGIL, Radar Bromo – Lonjakan investasi pada triwulan IV 2025 menempatkan Kabupaten Pasuruan di jajaran daerah dengan kinerja terbaik se-Jawa Timur.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Kabupaten Pasuruan pada triwulan terakhir tahun lalu mencapai Rp 4,88 triliun.
Capaian tersebut mengantarkan Kabupaten Pasuruan berada di peringkat ketiga realisasi investasi se-Jatim, di bawah Surabaya dan Gresik.
Kinerja kuat pada triwulan IV itu sekaligus mengukuhkan tren positif iklim investasi sepanjang 2025.
Secara kumulatif, realisasi investasi sektor non-UMK di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 15,9 triliun atau setara 123 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 12,9 triliun.
Capaian tinggi tidak hanya terjadi di akhir tahun. Pada triwulan I 2025, realisasi investasi sudah menembus Rp 4,07 triliun dari target Rp 2,1 triliun.
Tren positif berlanjut pada triwulan II dengan realisasi Rp 3,64 triliun dari target Rp 3,6 triliun.
Sedangkan pada triwulan III, investasi tercatat Rp 3,31 triliun, mendekati target Rp 3,4 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menilai capaian triwulan IV yang menempatkan Pasuruan di peringkat ketiga se-Jatim menjadi bukti kepercayaan investor yang terus menguat.
Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari komitmen kuat kepala daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Pada triwulan IV, Kabupaten Pasuruan berada di peringkat ketiga realisasi investasi se-Jawa Timur setelah Surabaya dan Gresik. Ini menunjukkan kepercayaan investor semakin tinggi, seiring komitmen kepala daerah dalam memberikan kepastian dan kemudahan berusaha,” ujar Harris.
Menurutnya, tingginya realisasi investasi didorong oleh berbagai faktor. Mulai dari percepatan perizinan melalui sistem pelayanan terpadu, kepastian hukum, dukungan infrastruktur kawasan industri, hingga sinergi lintas perangkat daerah.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Iklim usaha yang kondusif menjadi kunci agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Kabupaten Pasuruan,” katanya.
Harris menambahkan, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada angka statistik semata, tetapi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Target kami bukan hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga dampaknya. Terutama pada pertumbuhan ekonomi daerah, terbukanya lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (tom/one)
Baca Juga: Capaian Investasi Kota Pasuruan Disokong Perdagangan, Segini Capaiannya
Editor : Moch Vikry Romadhoni