Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Palang Pintu di Rembang dan Rejoso Pasuruan Sudah Mulai Beroperasi

Muhamad Busthomi • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:25 WIB

 

LEBIH SAFETY: Pos penjagaan yang kini sudah beroperasi di jalur perlintasan langsung (JPL) 03 Rembang.
LEBIH SAFETY: Pos penjagaan yang kini sudah beroperasi di jalur perlintasan langsung (JPL) 03 Rembang.

BANGIL, Radar Bromo– upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api kembali dipertegas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan.

Dua palang pintu bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi dioperasionalkan. Masing-masing berada di JPL 03 Rembang dan JPL 141 Rejoso.

Keduanya dipilih karena berada di jalur dengan volume kendaraan tinggi. JPL 03 Rembang, yang sebelumnya berupa underpass, kini menjadi perlintasan sebidang dan menjadi rute alternatif warga menuju Bangil serta wilayah sekitar tanpa harus melewati jalur pantura.

Sementara JPL 141 Rejoso sehari-hari dimanfaatkan warga sebagai akses menuju kawasan tambak dan permukiman utara.

Operasional ini dilakukan setelah proses pembangunan palang pintu tuntas, termasuk pelatihan petugas penjaga.

Para penjaga JPL direkrut Dishub Kabupaten Pasuruan melalui seleksi khusus, lalu mengikuti diklat intensif selama sepekan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun.

“Ada delapan peserta yang dibekali teori dan praktik langsung di lapangan sebelum ditempatkan,” Digdo Sutjahjo, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan.

Ia mengatakan, kebutuhan palang pintu di sejumlah titik memang mendesak. Selain menjadi kawasan industri yang padat, Kabupaten Pasuruan dilalui jalur kereta dengan frekuensi tinggi karena berada di lintasan dua Daerah Operasi sekaligus: Daops 9 Jember dan Daops 8 Surabaya.

“Kondisi ini membuat risiko kecelakaan di perlintasan sebidang semakin tinggi bila tidak dilengkapi sarana keselamatan memadai,” bebernya.

Digdo menegaskan bahwa pembangunan palang pintu ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah. “Pembangunan palang pintu, pengisian tenaga penjaga dan operasional JPL ini adalah ikhtiar Pemkab Pasuruan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, Digdo mengingatkan bahwa fasilitas hanyalah salah satu sisi dari upaya keselamatan. Peran pengguna jalan tetap sangat menentukan.

“Kami tetap membutuhkan partisipasi masyarakat. Tertib berlalu lintas, patuhi rambu, jangan menerobos palang pintu yang sudah tertutup, dan selalu berhenti sejenak untuk tengok kanan-kiri sebelum melintasi rel,” tambahnya. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kereta api #perlintasan tanpa palang #jalur perlintasan langsung