Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Launching Kampung Keluarga Berkualitas, Wabup Gus Shobih Minta Kades-Lurah Edukasi Warga Risiko Pernikahan Dini

Iwan Andrik • Kamis, 13 November 2025 | 03:08 WIB

 

 

APRESIASI: Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori saat memberikan piagam penghargaan kepada kepala desa dan lurah dalam acara Launching Kampung Keluarga Berkualitas.
APRESIASI: Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori saat memberikan piagam penghargaan kepada kepala desa dan lurah dalam acara Launching Kampung Keluarga Berkualitas.

PASURUAN, Radar Bromo–Pemkab Pasuruan akhirnya resmi melaunching 365 Kampung Keluarga Berkualitas.

Launching itu direalisasikan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (12/11).

Tak hanya dihadiri pegawai di lingkungan Pemkab Pasuruan dan kalangan kepala desa maupun lurah.

Acara itu juga disaksikan oleh Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yuni Dwi Tjadikijanto.

Dalam kesempatan itu, Gus Shobih-sapaan Wakil Bupati Pasuruan, meminta kepada seluruh kepada kepala desa dan lurah untuk mendukung terwujudnya program Keluarga Berkualitas.

Salah satunya, dengan intens memberikan edukasi kepada warga terkait pernikahan dini.

Sebab, pernikahan dini berisiko menghambat terbentuknya keluarga berkualitas.

Mengingat, pasangan yang menikah dini sering kali belum siap secara fisik, mental dan ekonomi.

Sehingga sangat rentan menghadapi berbagai masalah. Termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

“Saya mohon kepala desa memberikan masukan kepada warganya, agar sadar tentang pernikahan dini terkait UU Nomor 16 Tahun 2019. Terlebih Kabupaten Pasuruan yang dispensasi pernikahan tertinggi se-Jawa Timur. Sehingga berdampak pada lemahnya pondasi pernikahan,” ungkapnya.

Gus Shobih menekankan tentang urgensitas pencegahan pernikahan dini di masyarakat. Karena, pernikahan dini sulit untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Gus Shobih juga mengacungi jempol kepada pemerintah desa yang telah membuat payung hukum terkait perlindungan perempuan dan anak.

Menurutnya, Kampung Berkualitas ini adalah kampung yang mampu mengintegritaskan program pemberdayaan dan program penguatan keluarga secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KP) terus mengoptimalkannya dengan kualifikasi yang tinggi dari hulu sampai hilir.

“Mari kita bersama-sama menciptakan Kampung Berkualitas. Tentunya kesehatan salah satu komponen yang menjadi penguatan keluarga berkualitas. Membangun pondasi menjadi Kabupaten yang kuat, maju, sejahtera dan berkeadilan. Bersama kita bisa,” imbuhnya sembari dalam kesempatan itu, juga membagikan piagam penghargaan secara simbolis kepada sejumlah kepala desa. (one)

Editor : Muhammad Fahmi
#Gus Shobih #Kampung Keluarga Berkualitas #pernikahan dini #lurah #kades #wabup pasuruan