BANGIL, Radar Bromo - Krisis air yang mendera Kecamatan Pasrepan, membuat sejumlah pihak melakukan langkah.
Tidak hanya BPBD Kabupaten Pasuruan dan kepolisian yang menyalurkan air bersih.
Bahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan pun turun tangan.
Sejak awal Oktober hingga 20 Oktober 2025, lembaga kemanusiaan itu telah menyalurkan 150 ribu liter air bersih ke dua desa terdampak: Sibon dan Ngantungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari respon tanggap darurat bencana kekeringan yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Pasuruan.
PMI Kabupaten Pasuruan juga menggandeng PMI Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan tangki air.
Wakil Ketua PMI Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengatakan, kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap musim kemarau sebagai wujud nyata kepedulian PMI terhadap masyarakat.
“PMI berkomitmen membantu secara ikhlas, terutama saat beberapa kecamatan kekurangan air bersih. Kami berharap bantuan ini meringankan beban warga,” ujarnya.
Selain air bersih, PMI juga membagikan 50 paket hygiene kit untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
Proses distribusi dilakukan oleh pengurus, staf, dan relawan PMI yang turun langsung ke lapangan.
Camat Pasrepan Raden Didik S menyebut, awalnya terdapat tujuh desa yang terdampak kekeringan, yakni Sibon, Pasrepan, Ngantungan, Sapulante, Tempuran, Ampelsari, dan Lemahbang.
Namun kini, berkat program pipanisasi dan suplai air dari berbagai pihak, jumlahnya berkurang menjadi empat desa: Ngantungan, Sibon, Sapulante, dan Lemahbang.
“Setiap kali ada laporan dari desa, kami langsung koordinasi dengan BPBD dan PMI. Respons PMI sangat cepat. Sebelumnya warga harus mengambil air ke Desa Pasrepan yang jaraknya lumayan jauh,” terangnya.
Ia berharap ke depan tidak hanya distribusi air, tetapi juga bantuan tandon dan pelatihan pengelolaan air bersih bagi masyarakat. Warga pun menyambut antusias.
Junaedi, warga Desa Sibon, mengaku sangat terbantu dengan suplai air bersih dari PMI.
“Setiap tahun kami kesulitan air. Biasanya ambil dari Desa Pasrepan sejauh 1,5 kilometer, bolak-balik sampai empat kali bawa jeriken,” katanya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin