BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya menekan angka pengangguran.
Tak berhenti dengan membuka bursa kerja, soft skill penduduk usia produktif juga perlu terus diasah.
Salah satunya dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang diikuti 128 peserta.
Pelatihan yang berlangsung selama sebulan penuh ini terbagi dalam delapan kejuruan. Mulai dari operator forklift, service sepeda motor, bubut CNC, las listrik, menjahit, tata rias, pengolahan hasil minuman, hingga pelatihan barista atau peracik kopi yang kini banyak diminati.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, mengatakan PBK merupakan program strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengurangi pengangguran terbuka.
“Kami ingin peserta tidak hanya siap kerja, tapi juga siap membuka lapangan kerja baru. Ini bagian dari upaya kami menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri dan tren pasar kerja saat ini.
Heru berharap, program ini bisa mendorong lebih banyak warga Pasuruan berani berwirausaha dan tidak hanya bergantung pada sektor formal.
“Kalau keterampilan sudah dimiliki, peluang kerja akan terbuka lebih luas. Maka perlu kita siapkan SDM siap kerja, mandiri, dan produktif,” tukasnya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga