Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan Akhirnya Dioperasikan, Segini Jumlah Siswa yang Ditampung

Muhamad Busthomi • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:05 WIB
RANGKUL: Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori saat merangkul salah satu pelajar SR Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan. Ada 75 siswa yang tertampung di sekolah setempat.
RANGKUL: Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori saat merangkul salah satu pelajar SR Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan. Ada 75 siswa yang tertampung di sekolah setempat.

BANGIL, Radar Bromo - Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan resmi beroperasi.

Sekolah yang berada di dalam kompleks UPT LKD Kabupaten Pasuruan ini, disulap menjadi ruang kelas, asrama, hingga fasilitas penunjang yang siap ditempati para siswa baru.

Sebanyak 75 anak dari keluarga kurang mampu kini menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Mereka terdiri dari 25 siswa setingkat SD dan 50 siswa setara SLTA. Selama kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas keasramaan, mereka didampingi 1 kepala sekolah, 18 guru, dan 22 tenaga kependidikan.

“Asramanya dijaga wali asuh, ada juga petugas keamanan, operator, hingga tenaga kebersihan. Jadi anak-anak mendapat pengawasan penuh,” terang Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan, Diano Vela Fery Santoso.

SR Terintegrasi ini menjadi salah satu dari 98 rombongan belajar Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Timur.

Menariknya, Kabupaten Pasuruan tercatat sebagai daerah dengan jumlah SR terbanyak kedua di Jatim, yakni mencapai sembilan rombel.

Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani saat berkunjung beberapa waktu lalu menilai sarana dan prasarana di SR Terintegrasi 48 sudah sangat representatif.

Dari kamar asrama yang nyaman, kamar mandi bersih, hingga perpustakaan dan ruang belajar.

“Kalau ada kekurangan bisa langsung dikomunikasikan, prinsipnya fasilitas yang ada sudah sangat layak,” ujarnya.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menambahkan, keberadaan SR ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah memberikan akses pendidikan yang lebih merata.

Ke depan, Pemkab Pasuruan berencana memperkuat kegiatan parenting dan religiusitas di lingkungan SR agar siswa semakin betah dan mampu menumbuhkan karakter positif.

“SR ini ruang harapan bagi anak-anak yang sebelumnya serba terbatas agar bisa belajar dan tumbuh dengan baik,” tegasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Sekolah Rakyat #kabupaten pasuruan