BANGIL, Radar Bromo–Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 begitu banyak memiliki rangkkaian acara. Sejumlah acara itu banyak menyita antusiasme masyarakat.
Tilik saja Minggu (21/9) pagi, ada Bangil Carnival digelar di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ribuan peserta dan penonton memeriahkan kegiatan itu.
Ada lebih 3.000 peserta dan 100 kendaraan mengikuti Bangil Carnival. Mereka berasal dari 38 kontingen. Terdiri dari 24 kecamatan, 11 kelurahan dan empat desa di Kecamatan Bangil.
Tidak hanya pesertanya yang mencapai ribuan. Ribuan warga tumppek blek untuk menonton dengan anstusias.
Mereka berjejer rapi di rute sepanjang satu kilometer. Membuat arus lalu lintas di jalan nasional dialihkan ke jalan tol Gempol-Pasuruan.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, peserta dilepas di kawasan Bangkodir, Pogar sekitar pukul 09.00 dan finish di Alun-alun Bangil.
Masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasuruan berdatangan sejak sebelum pukul 09.00, demi melihat acara ini.
Makin siang, rute sepanjang satu kilometer itu kian ramai. Penonton memadati kanan dan kiri jalan yang jadi rute peserta.
"Bangil Carnival ini digelar khusus oleh Dinas Pariwisata untuk memperingati jadi Jadi Kabupaten Pasuruan,” terang Nusantoro, panitia Bangil Carnival.
Para peserta carnival menurut Santo (sapaan akrabnya), berpenampilan sesuai tema dan budaya lokal masing-masing kecamatan, kelurahan atau desa. Dengan tema ini, penampilan mereka sangat beragam.
Salah satu peserta Bangil Carnival yang paling mencolok, yaitu penampilan Desa Raci, Kecamatan Bangil.
Pemdes Raci menampilkan patung kepiting raksasa yang menggambarkan kekayaan laut nelayan Ragi di Bangil.
Ada juga Kecamatan Prigen yang menampilkan kisah berdirinya Kerajaan Singosari. Ada iring-iringan kerajaan, juga replika pendapa yang menggambarkan Kerajaan Singosari.
"Acaranya bagus, keren, dan menghibur. Tema yang diusung beragam. Siang hari cuacanya cerah sekaligus terik di Bangil, jadi terasa panas," kata Anita, salah seorang penonton asal Kecamatan Prigen.
Satlantas Polres Pasuruan pun melakukan rekayasa lalu lintas selama acara berlangsung. Kendaraan di ruas jalan nasional Surabaya - Banyuwangi dan sebaliknya, termasuk di ruas jalan Pandaan - Pasuruan dan sebaliknya, dialihkan via Tol Gempol - Pasuruan.
"Arus lalin selama acara ini dialihkan via Tol Gempol - Pasuruan, mulai pagi hingga selesainya acara. Sosialisasi sudah kami lakukan sebelumnya. Petugas juga siaga di beberapa titik pengalihan arus lalu linas,” terang KBO Satlantas Polres Pasuruan Ipda. Hendik Arianto.
Di sisi lain, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, antusiasme luar biasa di acara ini. Penonton maupun peserta sama-sama puas menyaksikan.
Kedepan akan digelar menjadi agenda rutin, sekaligus rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.
"Kami tempatkan acara ini di Bangil karena Bangil menjadi ibukota Kabupaten Pasuruan," beber Bupati Rusdi.
(zal/hn)
Editor : Fandi Armanto