BANGIL, Radar Bromo - Warga Desa Gambir Kuning, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, akhirnya bisa sedikit lega.
Keluhan mereka terkait kondisi jembatan penghubung antar desa yang sudah empat tahun rusak tanpa tersentuh perbaikan, direspons langsung oleh DPRD Kabupaten Pasuruan.
Selasa (2/9), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, turun meninjau jembatan yang kondisinya kian memprihatinkan.
Dari pantauan di lokasi, jembatan itu hanya bisa dilalui sepeda motor dengan hati-hati.
Tidak jarang, pengendara jatuh karena papan kayu rapuh dan bergeser. Malam hari kondisinya lebih rawan karena tanpa penerangan.
“Warga sudah berulang kali mengusulkan lewat Musrenbangdes. Tapi sampai sekarang, tidak terealisasi. Bahkan, sudah ada korban jatuh. Ini harus segera ada solusi,” tegas Zaini.
Ia langsung menawarkan dua langkah kepada warga. Jangka pendek, dalam dua pekan ini dilakukan perbaikan darurat secara gotong royong.
Biaya ditutup dari iuran sukarela masyarakat, ditambah bantuan pribadi darinya sebesar Rp 2 juta untuk pembelian kayu dan perlengkapan lain.
“Supaya ada rasa memiliki dari warga. Kami benahi dulu yang mendesak agar bisa dilalui lebih aman,” ujar legislator PDIP tersebut.
Sementara jangka panjang, Zaini memastikan akan mengawal usulan agar Jembatan Gambir Kuning masuk program perbaikan infrastruktur Pemkab Pasuruan.
Menurutnya, empat tahun lalu jembatan itu masih bisa dilalui mobil. Sehingga wajar bila masyarakat menginginkan fasilitas yang lebih mumpuni.
“Kami akan kawal lewat politik anggaran di DPRD, agar program ini segera masuk prioritas,” tambahnya.
Kepala Desa Gambir Kuning, Amak Hanafi, membenarkan keresahan warganya.
Ia mengaku, masyarakat bahkan sempat menggelar aksi protes lantaran kondisi jembatan kian membahayakan.
Namun, pihak desa tak bisa berbuat banyak karena status jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Sinyal positif datang dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan. Kepala Bidang Pemeliharaan, Yulianto Danang Pamungkas, menegaskan bahwa jembatan Gambir Kuning sudah masuk dalam kajian.
“Tahun ini dilakukan review DED (Detail Engineering Design) sebagai dasar perencanaan. Targetnya, pelaksanaan anggaran untuk pembangunan bisa dimulai tahun depan, 2026,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga