BANGIL, Radar Bromo – Meski dibanjiri wisatawan domestik, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Juni 2025 justru anjlok signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, TPK di hotel-hotel Pasuruan terjun hingga 3,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angkanya sangat mencolok. TPK di Pasuruan hanya bertengger di 24,08 persen. Meski ada sedikit kenaikan 3,78 persen dibanding Mei 2025.
Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Arif Joko, mengakui data ini menunjukkan tantangan.
Menurutnya, ini perlu disikapi dengan strategi baru, seperti peningkatan kualitas layanan dan promosi yang lebih agresif.
“BPS membagi perhotelan dalam dua kategori. Dan keduanya sama-sama mengalami penurunan,” katanya.
Hotel Bintang, yang biasanya menjadi primadona, mencatat TPK 31,26 persen, turun 2,34 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, kondisi Hotel Non Bintang jauh lebih kritis. TPK hanya mencapai 22,61 persen, anjlok 4,84 persen dari tahun sebelumnya.
Meskipun TPK menurun, Arif menyebut ada satu data yang bisa jadi angin segar. Rata-rata lama menginap wisatawan di Pasuruan relatif stabil, yaitu 1,03 hari.
“Rata-rata lama menginap yang stabil, menunjukkan kualitas kunjungan wisatawan ke Pasuruan cukup baik, dengan tamu yang menginap lebih lama,” ungkap Arif.
Di sisi lain, data BPS menunjukkan bahwa 98,4 persen tamu hotel di Pasuruan didominasi wisatawan domestik.
Tamu asing hanya menyumbang 1,6 persen saja. Fakta ini menegaskan, Pasuruan punya pekerjaan rumah besar, bagaimana caranya “memikat” lebih banyak turis mancanegara untuk mendongkrak sektor pariwisata. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga