BANGIL, Radar Bromo - Kecelakaan jip wisatawan di kawasan Bukit Kingkong, Penanjakan Bromo akhir pekan lalu, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, tak mau kecolongan lagi.
Sembilan kendaraan terpaksa dikandangkan lantaran tak laik jalan.
Hal itu terungkap setelah inspeksi mendadak (sidak) terhadap puluhan jip wisata di kawasan Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS). Khususnya di area Tosari, Rabu (20/8).
Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, menyatakan, ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
"Kami ingin memastikan angkutan jip wisata benar-benar nyaman, aman, dan selamat," ujarnya.
Bukan hanya mesin, ban, dan kelengkapan kendaraan yang diperiksa. Kali ini, Dishub menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan.
Hal itu bukan hanya untuk menjamin kelaikan jalan armada yang ditumpangi wisatawan. Tetapi juga memastikan "kelaikan otak" sopirnya.
"Jadi sekaligus untuk mengantisipasi pengaruh narkoba pada pengemudi," terang Digdo.
Kendati hasil tes urine 22 sopir yang diperiksa bebas narkoba, Didgo menegaskan, sinergi dengan BNNK dan kepolisian akan terus dilakukan demi menghindari kejadian tak diinginkan.
"Tentu kami juga akan support untuk menciptakan Kabupaten Pasuruan bebas narkoba di semua lini. Termasuk di sektor wisata seperti Tosari yang jadi pintu masuk Bromo," ujar Kepala BNNK Pasuruan, Masduki. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga