BANGIL, Radar Bromo - Puluhan kendaraan ambulans dari seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan, diperiksa tim gabungan.
Hasilnya, beberapa kendaraan didapati mengalami masalah.
Namun, permasalahan yang ditemukan, tidaklah vital. Hanya butuh penanganan ringan.
Mulai dari lampu kota mati, aki tekor hingga kaca wiper keras. Bahkan, ada pula dua driver yang SIM-nya kedapatan mati.
Pemeriksaan ambulans tersebut, berlangsung Senin (19/5). Operasi senyap itu, melibatkan aparat kepolisian dari Satlantas Polres Pasuruan dan teknisi ahli.
Mencakup kelengkapan surat-surat hingga kelayakan teknis kendaraan.
Tim gabungan dari kepolisian, teknisi, dan staf Dinkes kemudian bergerak sistematis memeriksa satu per satu ambulans. Kurang lebih, ada 25 kendaraan yang diperiksa.
Tak ada satu pun detail yang luput dari perhatian. Lampu-lampu, sirine meraung, rotator berputar, hingga kondisi mesin-mesin diperiksa dengan seksama.
Kelayakan setiap komponen menjadi tolok ukur utama dalam operasi bertajuk "SATU" (Safety Ambulance Taat Undang-Undang) ini.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftahul Firdaus, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan atensi kepolisian.
"Pemeriksaan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kelaiakan armada ambulans yang hampir tidak pernah berhenti beroperasi untuk keperluan layanan kesehatan masyarakat," katanya.
Dari pemeriksaan itu, diakuinya ada beberapa kendaraan yang bermasalah. Namun, persoalan yang ada, terbilang ringan.
Sehingga, langsung ditangani pihak tekhnis yang dilibatkan.
Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Saiful Anam, menyambut baik pemeriksaan armada ambulans.
"Karena bisa jadi ada kendaraan yang lupa diservis sehingga performanya kurang nyaman bahkan bisa membahayakan, maka kami juga tekankan terkait pemeliharaan berkala supaya kondisi armada tetap prima," sampainya. (tom/zal/one)
Editor : Jawanto Arifin