BANGIL, Radar Bromo - Lebih dari sekadar lanskap pegunungan dan industri, Kabupaten Pasuruan menyimpan misteri peradaban masa lalu yang kini terpendam.
Sejumlah pegiat sejarah mendorong Pemkab Pasuruan menaruh perhatian serius terhadap kekayaan khazanah sejarah.
Terlebih, tak kurang dari dua ribu artefak kuno, hasil temuan Komunitas Penelusuran Jejak Sejarah Pasuruan (PJSP), kini teronggok tanpa pengamanan memadai.
Kekhawatiran akan kerusakan benda-benda bernilai sejarah ini, mendorong PJSP untuk "mengetuk pintu" pemerintah daerah.
Berharap khazanah yang terpendam ini dapat diselamatkan dan dipamerkan untuk mengedukasi generasi muda.
Penasehat PJSP, Ayi Suhaya, mengungkapkan urgensi pengamanan ribuan temuan tersebut.
"Kami meminta SK dan museum untuk menampilkan barang temuan PJSP yang jumlahnya lebih dari dua ribu. Kalau tidak diamankan, khawatir rusak," ujarnya.
Mimpi para pegiat sejarah, sebut Ayi, sederhana namun mendalam. Agar artefak-artefak ini dapat dipusatkan di satu tempat.
Sehingga masyarakat luas, terutama generasi muda Pasuruan, dapat menyaksikan langsung kekayaan khazanah sejarah yang selama ini tersembunyi.
"Tentu saja, pembinaan dari pemerintah daerah juga menjadi harapan besar agar upaya pelestarian ini berjalan berkelanjutan," ungkapnya.
Gayung pun bersambut. Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, menunjukkan apresiasinya terhadap kepedulian warga, khususnya PJSP, terhadap sejarah lokal.
"Pemkab dukung apa yang dilakukan sepanjang bermanfaat untuk mengetahui jejak sejarah era kerajaan. Kami yakin setiap era, mulai kerajaan hingga kemerdekaan, memberikan kontribusi bagi Pasuruan," kata Bupati Rusdi.
Namun, ia juga menekankan pentingnya perspektif ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penelusuran jejak sejarah tersebut.
Keyakinan Bupati Rusdi akan kekayaan sejarah Pasuruan begitu kuat.
Ia yakin daerahnya memiliki kontribusi signifikan dalam setiap zaman terhadap peradaban.
Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, adalah wujud komitmen untuk memberikan pengetahuan sejarah yang akurat kepada anak-anak Pasuruan. "Khazanah budaya Pasuruan luar biasa," tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Rusdi ingin mengetahui "peta jalan" yang jelas terkait penelusuran sejarah yang dilakukan PJSP.
"Roadmap penelusuran sejarah harus jelas dan reasonable," tandasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin