BANGIL, Radar Bromo - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, yang telah lama luput dari perhatian, kini memprihatinkan.
Atap bocor, dinding mengelupas, dan fasilitas rusak menjadi pemandangan sehari-hari.
Meski demikian, rencana rehabilitasi gedung dewan dipastikan tetap berjalan, dengan anggaran Rp 800 juta yang telah disiapkan.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengungkapkan, sejumlah ruangan penting, seperti ruang rapat gabungan, command center, Bapemperda, dan dapur, mengalami kerusakan parah.
“Ini menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi tahun ini,” katanya.
Kondisi gedung yang memprihatinkan ini, bukan tanpa alasan. Samsul mengakui, beberapa ruangan memang sudah tua dan lebih dari lima tahun tidak mendapat pemeliharaan.
“Tahun lalu, hanya ruang paripurna yang diperbaiki. Sementara tahun ini, kami alokasikan sekaligus untuk pemeliharaan,” jelasnya.
Meski demikian, perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. DPRD masih menunggu kepastian terkait efisiensi anggaran.
Pihaknya sudah menyusun skema. Dari total anggaran Rp 800 juta, sekitar Rp 200 juta akan direalisasikan untuk tahap awal.
Selebihnya, pekerjaan akan dilelang. “Tapi secara keseluruhan, kami masih harus menunggu desk efisiensi anggaran fix dulu,” urainya.
Anggaran rehabilitasi ini, menurut Samsul, tidak termasuk dalam pos anggaran yang diefisiensi.
Urgensi kerusakan gedung menjadi alas an, kenapa pos anggaran ini dipertahankan. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin