BANGIL, Radar Bromo – Kerusakan parah jalan pantura di Pasuruan, memicu keprihatinan dari berbagai pihak.
Relawan yang tergabung dalam Info Lantas dan Kriminal Pasuruan (ILKP) mengambil tindakan dengan menandai lubang-lubang berbahaya di sepanjang jalan nasional tersebut.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Sebab, kerusakan jalan tersebut tak jarang memicu celaka. Terutama bagi pengendara motor.
Ratusan titik jalan berlubang dari Kraton hingga Latek, Bangil, menjadi sasaran pengecatan oleh para relawan.
Koordinator ILKP Robert Ardyan mengungkapkan, aksi ini merupakan wujud keprihatinan atas kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.
"Sudah terlalu banyak korban akibat jalan berlubang ini," ujar Robert.
Tak hanya sekadar menandai, para relawan juga menggelar aksi teatrikal yang menyindir pihak terkait.
Mereka membuka "Wisata Jeglongan Sewu" sebagai aksi satire atas banyaknya lubang di jalan pantura.
Aksi ini bertujuan untuk mendorong pihak terkait agar segera melakukan penambalan darurat. Sehingga, tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
PPK 3.4 BBPJN Jatim-Bali I Made Gede Widhiyasa mengatakan, pihaknya akan melakukan penambalan sulam sementara.
Sambil menunggu pekerjaan pemeliharaan jalan secara menyeluruh. Pihaknya berencana melakukan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawabnya tahun ini.
Terutama di ruas terparah seperti Kraton-Pasuruan dan ibu kota Bangil.
"Sementara memang dilakukan tambal sulam yang sebenarnya sudah beberapa kali kami lakukan. Tetapi memang, kembali berlubang karena intensitas genangan yang cukup sering selama musim hujan," katanya. (tom/one)
Editor : Muhammad Fahmi