BANGIL, Radar Bromo - Kelalaian menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kebakaran.
Sepanjang tahun 2024, telah terjadi 270 kasus kebakaran di Kabupaten Pasuruan. Kebanyakan insiden ini menghanguskan lahan-lahan kosong, alang-alang, bambu dan tumpukan sampah akibat pembakaran yang disengaja.
Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda, mengungkapkan bahwa penyebab utama kebakaran didominasi oleh kelalaian manusia.
"Kebanyakan kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah atau lahan yang tidak terkendali," ujarnya.
Nurul mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat membakar sampah atau membuka lahan. Jangan pernah meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah 83 kejadian kebakaran menimpa rumah warga, industri, pertokoan, dan bahkan pasar.
Kerugian materi akibat peristiwa ini, ditaksir mencapai Rp 20,7 miliar. Sementara, aset yang berhasil diselamatkan hanya senilai Rp 590 juta.
Selain faktor manusia, korsleting juga menjadi pemicu utama kebakaran. Sebanyak 43 kejadian kebakaran, dipicu oleh korsleting.
Hal ini menunjukkan, pentingnya masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik di rumah mereka.
Ironisnya, meski saat ini musim hujan, risiko kebakaran tetap tinggi. Beberapa insiden kebakaran masih terjadi, di tengah cuaca yang basah.
"Masyarakat harus tetap waspada, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," imbau Nurul.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran, Satpol PP Kabupaten Pasuruan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang rawan kebakaran.
"Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah terjadinya kebakaran. Dengan begitu, kerugian materi dan jiwa dapat diminimalisir," sampainya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin