BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra produksi mangga terbesar di Jawa Timur.
Bentuknya dengan penanaman massal 42.850 bibit mangga klonal di tiga kecamatan. Yakni di Rembang, Sukorejo dan Wonorejo.
Produksi mangga di daerah ini, diproyeksikan meningkat signifikan dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Pasuruan telah memiliki 2.802.900 pohon mangga yang produktif.
“Setiap pohon, rata-rata menghasilkan 90 kilogram mangga dalam sekali panen,” ujarnya.
Dengan perhitungan tersebut, produksi mangga di Pasuruan mencapai 278 ribu ton setiap tahunnya.
Penanaman masal diharapkan dapat meningkatkan produksi mangga secara signifikan.
“Kami optimis, dengan penambahan ribuan pohon mangga baru, produksi kami akan meningkat hingga 3 ribu ton dalam beberapa tahun ke depan,” kata Lilik.
Mangga yang dibudidayakan di Pasuruan, terutama varietas mangga alpukat, memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi untuk diekspor.
Rasa manis dan daging buah yang tebal, membuat mangga Pasuruan diminati oleh pasar domestik maupun internasional.
Wakil Bupati Pasuruan terpilih, M. Shobih Asrori, menyambut positif upaya peningkatan produksi mangga ini.
“Kami akan terus mendukung para petani dan pelaku usaha dalam mengembangkan sektor pertanian. Khususnya komoditas mangga,” ujarnya.
Gus Shobih-sapaannya menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan mangga Pasuruan ke pasar yang lebih luas.
“Kami akan melakukan branding agar mangga Pasuruan semakin dikenal dan diminati,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin