BANGIL, Radar Bromo-Hujan lebat yang turun hampir semalaman, juga membuat area pasar ikan di Pasar Bangil kebanjiran Kamis (16/1). Petugas pasar langsung menguras air di pasar, namun kewalahan.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu mengatakan, genangan air di Pasar Bangil memang hampir selalu terjadi setelah hujan turun.
Meski begitu, kondisi tersebut selama ini selalu bisa ditangani dengan cara menguras air yang menggenang.
Walaupun memang, pengurasan air dilakukan secara manual. Terutama ketika genangan terjadi pada sore atau malam hari saja.
Setelah dikuras, biasanya air kembali surut dan paginya pedagang bisa kembali beraktivitas.
Namun, kemarin petugas pasar kewalahan menguras air yang membanjiri pasar.
Karena itu, Disperindag akhirnya melibatkan tim BPBD untuk menguras bak kontrol dengan lebih cepat.
Upaya pengurasan air dilakukan secara intensif. Pompa-pompa air dikerahkan untuk menyedot genangan air yang menggenangi area pasar.
Terutama di bak-bak kontrol yang sudah tak sanggup menampung air.
Diana mengatakan, pengurasan pasar dengan melibatkan BPBD dilakukan untuk mempercepat surutnya air. Sebab, di pagi hari ada aktivitas jual beli.
“Kami tidak ingin banjir ini mengganggu aktivitas pedagang dan membuat pembeli kurang nyaman saat berbelanja,” ujarnya.
Sedikitnya, ada tujuh titik bak kontrol di seluruh area pasar ikan. Diana sendiri juga memantau seluruh area pasar yang kerap tergenang.
Ia menelusuri saluran pembuangan yang ternyata tak cukup maksimal menampung air.
Menurutnya, masalah genangan di Pasar Ikan Bangil sudah menjadi persoalan lama.
Sistem drainase yang tidak memadai menjadi salah satu penyebab utama.
“Debit air hujan yang tinggi, seringkali melampaui kapasitas saluran drainase,” jelasnya.
Selain itu, letak geografis pasar yang berada di area rendah juga menjadi faktor yang memperparah kondisi.
Air hujan yang turun dari area yang lebih tinggi cenderung menggenang di pasar ikan.
“Karena itu, pemerintah daerah tengah berencana merevitalisasi Pasar Bangil. Nanti akan dirumuskan tim teknis dalam menyiapkan perencanaan,” katanya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi