BANGIL, Radar Bromo – Kepala daerah terpilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, dipastikan dilantik pada Maret mendatang, setelah jadwal semula yang direncanakan Februari.
Sementara Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih M. Rusdi Sutejo-M. Shobih Asrori, memilih tak membentuk tim transisi menyiapkan perpindahan pemerintahan dari pemimpin sebelumnya.
Gus Shobih-sapaannya mengatakan, pembentukan tim transisi dianggap tidak mendesak.
Sejak dinyatakan unggul dalam rekapitulasi suara di tingkat kabupaten, Mas Rusdi dan dirinya memang tak menyiapkan tim transisi. “Kami tidak menyiapkan tim khusus,” kata dia.
Hanya saja, diakuinya bahwa memang ada beberapa orang yang selama ini dijadikan teman diskusi, untuk menyiapkan pemerintahan mendatang.
“Pak Bupati, saya dan beberapa orang yang kami anggap punya kemampuan, tentu sering berdiskusi,” imbuhnya.
Bahkan, kata Gus Shobih, pembicaraan yang dilakukan, cukup kompleks. Meliputi persoalan yang selama ini terjadi dan perlu segera diselesaikan.
Termasuk memantapkan program prioritas ketika nanti benar-benar dilaksanakan.
“Banyak hal yang dibicarakan. Lha wong namanya mau memimpin lima tahun, tentu harus ada persiapan,” bebernya.
Saat ditanya apakah rotasi jabatan eselon dua termasuk menjadi isu yang didiskusikan, Gus Shobih menjawab diplomatis.
Menurutnya, secara aturan ada larangan bagi kepala daerah melakukan mutasi jabatan enam bulan sebelum dan pascapilkada.
“Yang terpenting bagaimana penyesuaian RPJMD dulu. Setelah dilantik, kami perlu sesuaikan program-program prioritas melalui perubahan anggaran. Kalau soal lain-lain, nanti pasti akan ada evaluasi dalam 6 bulan berjalan,” sampainya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga