BANGIL, Radar Bromo – Jalanan di Kabupaten Pasuruan terancam semakin gelap gulita. Pasalnya, anggaran pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan terbilang minim.
Hanya Rp 700 juta, yang disiapkan untuk setahun ke depan. Angka ini nyatanya jauh dari cukup untuk merawat puluhan ribu lampu PJU yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, M. Yasin, mengakui bahwa anggaran yang tersedia memang sangat terbatas.
Pihaknya pun berupaya semaksimal mungkin, untuk melakukan efisiensi agar anggaran yang ada bisa mencukupi.
“Kami akan berusaha seefisien mungkin. Termasuk dengan perawatan berkala,” katanya.
Dibandingkan tahun ini, biaya perawatan tersebut sangat jauh. Separonya. Pada 2024, Dishub punya dana Rp1,5 miliar untuk memastikan lampu-lampu jalan terang benderang.
Yasin menyebut, keterbatasan anggaran tersebut bisa saja diatasi bila memang realisasinya kurang.
“Namun, jika memang di tengah jalan anggaran tidak mencukupi, kami akan mengajukan tambahan anggaran pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD),” ujar Yasin.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, menyoroti ketidakseimbangan antara anggaran yang dialokasikan dengan jumlah lampu PJU yang harus dirawat.
Jumlah lampu PJU yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah mencapai 47 ribu titik. “Sementara anggaran yang dialokasikan sangat minim,” sampainya.
Dengan anggaran miliaran saja, kata Daniel, pihaknya kerap mendengar keluhan masyarakat terkait matinya lampu PJU.
Ia khawatir, bila ketersediaannya cekak, malah memperburuk kondisi di lapangan.
“Kami minta tim yang menangani di lapangan, lebih responsif ketika ada permasalahan yang dikeluhkan. Apalagi sudah ada pengaduan online, tindak lanjutnya juga mesti cepat,” pintanya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga