Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Kabupaten Pasuruan Tak Sesuai Ekspektasi

Muhamad Busthomi • Jumat, 6 Desember 2024 | 21:25 WIB
Ilustrasi pilkada serentak
Ilustrasi pilkada serentak

BANGIL, Radar Bromo - Tingkat kehadiran pemilih pada Pilkada Serentak di Kabupaten Pasuruan, tak sesuai ekspektasi.

KPU memasang target 87 persen pemilih bisa hadir di TPS. Yang terjadi, hanya 75 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Ainul Yaqin mengakui, tidak semua pemilih dalam DPT yang mencapai 1.206.754 orang mendatangi TPS, saat pemungutan suara 27 November lalu.

Bahkan, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati dan gubernur juga tidak sama.

“Dalam pemilihan gubernur, tingkat partisipasi sebesar 75,18 persen. Sedangkan pada pemilihan bupati lebih sedikit, sekitar 0,7 persen atau 75,11 persen,” kata Yaqin-sapaannya.

Angka tersebut, diakui Yaqin, memang tidak sesuai dengan target KPU. Di mana, mereka menargetkan kehadiran pemilih bisa menyentuh 87 persen.

Yaqin menganalisis, beberapa faktor menjadi pemicu, sehingga masyarakat enggan datang ke TPS.

“Untuk beberapa wilayah, memang bisa kami simpulkan karena faktor cuaca,” imbuhnya.

Menurut Yaqin, pada hari H, sejumlah wilayah terutama di dataran tinggi sempat diguyur hujan.

Kondisi itu, memungkinkan masyarakat untuk mengurungkan niatnya berangkat ke TPS.

Meski begitu, Yaqin menyebut tingkat kehadiran pemilih kali ini, cukup baik untuk melegitimasi hasil pemilihan langsung.

Apalagi, bila dibandingkan Pilbup Pasuruan 2018 lalu. Di mana, hanya calon tunggal yang bertarung melawan kotak kosong. Sehingga hanya 67 persen pemilih yang menyalurkan hak pilihnya.

Komisioner Divisi Sosdiklih SDM dan Parmas KPU Kabupaten Pasuruan, Moh. Rois menepis, jika rendahnya partisipasi pemilih karena minimnya sosialisasi yang dilakukannya selaku penyelenggara.

Ia memstikan, KPU sudah gencar melakukan sosialisasi. Bahkan sosialisasi yang sebelumnya masih belum tuntas, H-1 sudah diselesaikan semuanya.

“Kami sudah gencar melakukan sosialisasi. Bahkan pada saat hari H, kami juga instruksikan KPPS untuk mengajak masyarakat datang ke TPS melalui speaker masjid di setiap desa. Namun untuk selebihnya, kami serahkan ke masyarakat sendiri," ungkapnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kpu kabupaten pasuruan #pemilih #partisipasi #pilkada serentak