BANGIL, Radar Bromo - Pesatnya perkembangan media sosial dinilai membuat sebagian besar masyarakat tertidur dalam buaian digital.
Di era di mana layar smartphone lebih menarik daripada lembaran buku, minat baca masyarakat kian memudar. Pemkab Pasuruan berupaya membangkitkan lagi taman-taman baca dan Pustaka keliling.
Sejumlah kecamatan sejauh ini memang sudah dilengkapi dengan taman baca atau perpustakaan daerah. Tapi, pengunjungnya relatif sepi.
Melihat kenyataan ini, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Setiawan Adi, mengaku akan menghidupkan kembali taman-taman baca yang ada. ”Kami harus menarik minat baca masyarakat lagi,” tegas Setiawan Adi.
Rencananya, tahun depan, taman baca akan diberikan suntikan semangat baru. Buku-buku usang akan diganti dengan koleksi terbaru, dan fasilitasnya akan diperbaiki.
Selain itu, perpustakaan keliling akan lebih sering berkeliling desa, menjangkau mereka yang jauh dari pusat kota.
”Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang asyik dan kekinian,” ujar Setiawan.
Terutama, menempatkan Pustaka keliling di tempat-tempat umum, untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.
”Bahkan, setiap ada event pemerintah, kami menempatkan armada perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mulai anak-anak hingga dewasa,” katanya.
Meskipun anggaran terbatas, semangat untuk meningkatkan minat baca tetap menyala.
Dinas Perpustakaan masih rutin menerima sumbangan buku dari Perpustakaan Nasional dan masyarakat.
Sepanjang tahun ini, dinasnya menerima sekitar 1.000 buku baru yang akan didistribusikan ke berbagai perpustakaan, termasuk taman baca dan perpustakaan keliling.
”Penambahan armada memang belum bisa dilakukan tahun ini, yang bisa kami lakukan mengatur mobilitasnya supaya terjangkau masyarakat,” katanya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid