Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bekali Petugas Rescue BPBD Kabupaten Pasuruan dengan Skill Wall Climb, Ini Tujuannya

Muhamad Busthomi • Rabu, 8 Mei 2024 | 17:05 WIB
LATIHAN: Tim rescue BPBD Kabupaten Pasuruan saat melakukan latihan wall climb untuk meningkatkan kemampuan hadapi ancaman longsor.
LATIHAN: Tim rescue BPBD Kabupaten Pasuruan saat melakukan latihan wall climb untuk meningkatkan kemampuan hadapi ancaman longsor.

BANGIL, Radar Bromo - Masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke musim kemarau berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.

BMKG bahkan memberikan peringatan dini untuk tetap mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kondisi itu mau tak mau membuat personel BPBD tetap siaga menangani bencana seperti tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menjelaskan pentingnya pelatihan skill bagi personelnya.

Sejauh ini, ada enam personel yang sudah memiliki kapasitas di bidang itu.

Kendati mereka sudah dibekali dengan berbagai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sebelum, selama, dan setelah terjadinya bencana.

Termasuk langkah-langkah kedaruratan hingga evakuasi darurat dan pertolongan pertama.

 

“Tetapi peningkatan kapasitas mesti terus dilakukan,” kata Sugeng.

Berdasarkan data BMKG Juanda, saat ini sedang memasuki periode peralihan atau pancaroba ke musim kemarau.

Meskipun demikian, potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor masih harus diwaspadai, terutama di daerah-daerah rawan seperti Kabupaten Pasuruan.

Pihaknya mencatat, ada sembilan kecamatan yang rawan longsor.

Yakni Kecamatan Tosari, Puspo, Pasrepan, Lumbang, Tutur. Kemudian Purwodadi, Purwosari, Prigen dan Gempol.

“Memang menjelang kemarau, potensi kejadian berkurang. Namun kontur tanah di wilayah dataran tinggi yang cenderung lebih lunak memang harus tetap kita waspadai,” imbuh Sugeng.

Karena itu, pelatihan wall climb dirancang untuk mengasah keterampilan dan keberanian personel BPBD dalam menangani situasi darurat di lokasi yang sulit dijangkau.

Seperti tebing atau lereng curam. Kemampuan untuk mendaki dan mengevakuasi korban dari tempat-tempat yang sulit diakses menjadi kunci dalam penanganan bencana seperti tanah longsor, di mana akses jalan mungkin terhalang oleh material longsoran.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mempersiapkan personel dalam menghadapi berbagai jenis bencana, termasuk bencana tanah longsor yang sering terjadi di wilayah kita,” ujarnya.

Selain pelatihan wall climb, BPBD Kabupaten Pasuruan juga melakukan berbagai jenis pelatihan dan simulasi lainnya.

Termasuk pelatihan pertolongan pertama, evakuasi darurat, dan manajemen bencana. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#bpbd kabupaten pasuruan #wall climbing #cuaca ekstrem