BANGIL, Radar Bromo- Kebakaran yang melanda Pasar Gondanglegi, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, beberapa waktu lalu, membuat puluhan pedagang gelisah. Dagangan mereka semakin sepi lantaran kondisi pasar yang semakin kumuh.
Mereka pun mengadukan nasibnya ke Pj Bupati Pasuruan Andriyanto. Harapannya, ada pembenahan. Supaya pasar bisa lebih ramai kunjungan.
Sepinya pasar tersebut, seperti yang diungkapkan Siti Nurul, 45, pedagang ayam Pasar Gondanglegi. Ia yang berjualan sejak tahun 2000 itu, mengaku biasanya mampu menjual 3 kuintal daging ayam.
Namun, kondisi itu semakin turun pasca kebakaran melanda. Karena untuk menjual satu kuintal daging ayam saja, saat ini sudah susah.
"Banyak pembeli yang mengira Pasar Gondanglegi sudah tutup. Karena kondisinya yang kumuh pasca kebakaran. Padahal, kami masih berjualan di sana," ungkap dia.
Hal senada diungkapkan Yanti, pedagang nasi di Pasar Gondanglegi. Ia mengaku, pasar yang ditempatinya semakin sepi.
Pembeli menjadi jarang berdatangan. Buktinya, 2 kg beras yang diolahnya menjadi nasi pecel hingga rawon, tak lagi pernah habis dijual.
Padahal, sebelumnya bisa habis terjual. "Makanya, kami harap ada pembangunan. Kalau pasarnya dibangun, jelas akan lebih representatif. Pasar akan jadi ramai. Dagangan kami akan laris," akunya.
Puluhan pedagang itu datang ke kantor Bupati, di gedung Maslahat Kompleks Raci dengan didampingi H. Suryono Pane dan Ayik Suhaya.
Ketua GM FKPPI Pasuruan Raya Ayik Suhaya menegaskan, kedatangannya menghadap Pj Bupati untuk mencari solusi. Atas persoalan yang terjadi dan menimpa pedagang Pasar Gondanglegi selama ini.
Ia menjelaskan, sejak kebakaran melanda, kondisi pasar semakin kumuh. Bangunan bekas kebakaran membuat kawasan setempat seolah tak dipakai.
"Padahal, banyak pedagang yang tetap bertahan untuk mengais rezeki di kawasan setempat," paparnya.
Ia menjelaskan, ada 87 kios di area setempat. Dari jumlah itu, sebanyak 25 kios terbakar. Kondisi itu membuat pedagang tak nyaman. Mereka terpaksa membuat bedak-bedak dadakan.
Ketika hujan, kawasan setempat menjadi becek. "Nasib mereka ini sangat melas Pak Bupati. Mereka hanya menginginkan agar Pasar Gondanglegi bisa dibangun,” ujar Ayik.
“Sehingga, mereka bisa berjualan lebih baik untuk kemakmuran mereka dan keluarga. Karena itu, kami harap 2024 bisa dilakukan pembangunannya," imbuhnya.
Pengacara asal Gununggangsir, Kecamatan Beji, H. Suryono Pane yang juga mendampingi pedagang mengaku, Pasar Gondanglegi merupakan satu-satunya pasar di Beji.
Sementara, ada rencana relokasi dengan penyediaan pasar desa di wilayah Cangkringmalang. Namun, pedagang sendiri ogah pindah karena pasar desa itu cenderung sepi.
"Pedagang pernah mencoba. Ternyata, dagangan mereka tidak laku karena sepi," terang dia.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah yang dulu, untuk tidak lagi memfungsikan Pasar Gondanglegi. Lahan seluas 1.540 meter yang ada, digunakan untuk Puskesmas Beji.
Padahal, Pasar Gondanglegi memiliki potensi. Dibanding Pasar Gempol yang mati suri, Pasar Gondanglegi akan lebih hidup jika didandani.
Untuk itulah, ia berharap agar ada pembangunan Pasar Gondanglegi. Bekas kebakaran sangat membahayakan. Sehingga, harus mendapatkan penanganan.
"Harapan kami, bisa mendapat sentuhan. Agar wajah Kabupaten Pasuruan menjadi baik. Karena Pasar Gondanglegi merupakan pintu masuk ibu kota Bangil," beber dia. (one/mie)
Editor : Ronald Fernando